TAJUKNEWS.COM/ Depok. – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) tengah melaksanakan pembangunan jembatan struktur baja sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan keselamatan masyarakat di Jalan Pembangunan, Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok.
"Program yang didanai melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Asisten
Ahli (PKMAA) Tahun 2026 ini mengusung tema "Pemasangan Jembatan Struktur
Baja sebagai Penunjang Konektivitas dan Keselamatan Lingkungan di Beji Timur,
Depok, 03/08/2026.
Kegiatan ini diketuai
oleh Hendrian Budi Bagus Kuncoro, S.T., M.Eng., dosen Program Studi
Sarjana Terapan Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan, Jurusan Teknik Sipil,
Politeknik Negeri Jakarta. Tim pelaksana juga didukung oleh Afrida Fitriyani
Sipahutar, M.A., yang berperan dalam penyediaan kebutuhan logistik dan
material, pengelolaan administrasi, dokumentasi, serta koordinasi dengan
berbagai pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat. Lurah Beji Timur, Bapak Sobarudin, S.H., menyambut baik pembangunan jembatan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, sekaligus memperkuat aspek keselamatan pengguna jalan.
"Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan Politeknik
Negeri Jakarta menjadi wujud nyata sinergi dalam menghadirkan solusi
infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program ini juga
melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Project Based Learning
(PBL). Mahasiswa yang terlibat antara lain Axel Arif Adriano Pane, Muhamad
Ilham Alfarisy, dan Faiz Dhabit Al Ghaisan dari Program Studi Teknik
Perancangan Jalan dan Jembatan. Ketiganya berperan dalam perancangan teknis,
pelaksanaan konstruksi jembatan, pengawasan pekerjaan di lapangan, serta
dokumentasi kegiatan.
Pembangunan jembatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi jembatan eksisting yang selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung masyarakat. Dengan lebar sekitar 1,5 meter, jembatan tersebut digunakan secara bersamaan oleh pejalan kaki dan kendaraan bermotor sehingga menimbulkan konflik lalu lintas, antrean, serta meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk.
"Melalui pembangunan jembatan
paralel tipe Warren Truss, diharapkan arus pejalan kaki dan kendaraan dapat
dipisahkan sehingga kapasitas akses dan tingkat keselamatan masyarakat
meningkat, " Pungkasnya.
@Sonny/Tajuknews.com/tjk/08/2026.
#PNJ #PengabdianKepadaMasyarakat #JembatanStrukturBaja


.jpeg)
.jpeg)