|

Dirjen Poldagri Berikan Pemahaman Politik Bagi Mahasiswa

Forum Diskusi Komunikas Politik Bagi Mahasiswa melaluikan tema, Peran Mahasiswa Dalam Menciptakan Iklim Yang Kondusif Pasca Pemilu Serentak 2019, Forum yang di hadiri Didi Sudiana ,SE,MM ,Sesdirjen , La Ode Ahmad,  Dirpoldagri,  Kasubdit Peningkatan Demokrasi, Rahmat Santoso, Kasubdit Etika dan Budaya Politik, Cahyo Ariawan,  di Jakarta, 14/8/19. Forum Komunikasi politik untuk memahami pentingnya konsensus nasional. Sonny/tajuknews.com



Tajuknews.com, Jakarta. - Sejak di adakan Pemilu 2019 yang berakhir dengan damai dan berlangsung secara demokrasi. Melalui mekanisme yang begitu rumit dalam sejarah pemilu di Indonesia, begitu penting berpolitik dengan sehat sebagai pembelajaran kepada masyarakat khususnya.

Direktur Jendral Politik dan Pemerintahan Umum sebagai lembaga yang mengayomi tata cara berpolitik berhubungan dengan partai-partai politik di bawah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, mengadakan forum diskusi Komunikas Politik Bagi Mahasiswa melaluikan tema, Peran Mahasiswa Dalam Menciptakan Iklim Yang Kondusif Pasca Pemilu Serentak 2019, Forum yang di hadiri dan di buka oleh, Didi Sudiana ,SE,MM ,Sesdirjen , La Ode Ahmad,  Dirpoldagri,  Kasubdit Peningkatan Demokrasi, Rahmat Santoso, Kasubdit Etika dan Budaya Politik, Cahyo Ariawan,  di Jakarta, 14/8/19.




Forum Diskusi Komunikas Politik Bagi Mahasiswa melaluikan tema, Peran Mahasiswa Dalam Menciptakan Iklim Yang Kondusif Pasca Pemilu Serentak 2019, Forum yang di hadiri Didi Sudiana ,SE,MM ,Sesdirjen , La Ode Ahmad,  Dirpoldagri,  Kasubdit Peningkatan Demokrasi, Rahmat Santoso, Kasubdit Etika dan Budaya Politik, Cahyo Ariawan,  di Jakarta, 14/8/19.Forum Komunikasi politik untuk memahami pentingnya konsensus nasional. Sonny/tajuknews.com


" Dari secara moralitas masalah bidang politik kita masih lemah ini metupakan bagian dari komunikasi bagi adik adik mahasiswa ini karena mereka bagian perubahan dinamika politik harus lebih menyadari proses demokrasi ke depan. Mungkin dari partisipasi cukup bagus hasil dari pemilu kemarin secara damai baik partisipasi masyarakat maupun hasil pemilu serentak," dan ini kita kawal ,hasilnya kawal bersama karena ini yang menentukan bangsa ini 5 tahun ke depan peran Visi baik Anggota Dewan, Presiden dan Wakil Presiden serta Kabinet nya ," ucap Didi Sudiana.



Didi Sudiana, SE,MM, Sesdirjen Kemendagri RI. Sonny/tajuknews.com


"Tidak ada  warganegara ini dan pemimpin nya menjerumuskan negara ini ke hal yang tak bagus pastinya , negara kedepannya akan maju dari proses ini tentunya ada hal-hal yang kekurangan dari regulator kebijakan yang ada dan kita bisa duduk bersama mana hal yang tidak bagus sesuai dengan undang-undang bangsa kita," ujarnya.

Kita sudah merdeka, bersatu dan berdaulat itu sudah menjadi syarat untuk adil dan makmur, " dan sudah ingatkan kepada adik-adik bersatu dan berdaulat tetap di pertahankan untuk kedepannya. Ingat visi dan misi bangsa kita 4 Konsesus dasar kita yang harus kita kawal. Dalam dinamika daerah tiap daerah pasti ada implementasi itu, oleh karena itu harapan dari kita modifikasi ada Sharing take and give," harap Didi.


"Dari sinergi dari Perguruan tinggi sudah di wujudkan selama ini dari berbagai materi- materi kurikulum meliputi keilmuan kewiraan , wawasan kebangsaan nya harus memahami juga".




La Ode Ahmad, DurpoldDirp, Kemendagri RI. Sonny/tajuknews.com

Selama saat ini kerjasama dengan Badan Ideologi sudah terjalin di perguruan tinggi untuk mencapai implementasi moralitas Pancasila kita wujudkan dengan bentuk keseharian, dengan cinta negeri ini , cinta negara harus menjaga negeri ini, dan tinggal mengisi negeri kepada menuju adil dan makmur ," kalau kata seadil-adilnya hanya milik tuhan karena manusia tidak ada, tetapi mengarahnya kesana," tutur Didi.

Hal yang sama juga di katakan Dirpoldagri, La Ode Ahmad, " dalam konteks kepemudaan ingin menjadi spesial engine bagi sebuah bangsa ,kita tahu dalam perjalanan sebuah bangsa dari tahun ke tahun 1908, 1928, 1945 , 1966 sampai dengan 1998 reformasi pemuda menjadi garda terdepan sehingga mereka menjadi pilar bangsa menjaga eksistensi negara kesatuan republik indonesia bangsa dan menjaga konsensus nasional yang sudah dicita-citakan jauh sebelum kita merdeka, " ujarnya


"Pemuda diharapkan menjadi sebuah pelopor pembangunan jadi menjaga eksplantansi Masyarakat dan tentunya menjadi program-program pemerintah semua link-link kegiatan masyarakat saya rasa pemuda menjadi garda terdepan".


Saya rasa dengan konsep regulasi telah didesain konsep bersama masyarakat jauh sebelum kebijakan itu lahir melalui tahapan dan proses baik filosofis dan psikologis dan yuridis tentunya menjadi pijakan, yang tadi dikaitkan konsensus nasional," imbuhnya.


Dalam kehidupan bermasyarakat tegulreg kita sudah memadai sesuai dengan sila-sila Pancasila, dan saya kira sebagai Dirpoldagri sudah dilakukan dan itu meliputi deteksi dini, yang sesuai dengan koridor-koridor tugas dan fungsi kewenangan negara dalam pemerintahan sudah kita lakukan dengan sangat baik


Untuk saat ini kita berikan tentang literasi politik kepo tentang hal politik sehat dan pemahaman politik jadi mereka itu tinggal mengikuti yang bahasa kekinian yaitu literasi politik," pungkas La Ode Ahmad.


Sonny/tajuknews.com/tjk@2019.
Komentar

Berita Terkini