|

Kurangi Konsumsi Gula Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Saat Korona

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Andi Khomeini Takdir mengatakan konsumsi gula dapat melemahkan imunitas. 

TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Berbagai cara dianjurkan oleh para pakar kesehatan untuk membentengi diri saat pandemi korona. Salah satunya adalah membatasi konsumsi gula untuk menjaga imunitas tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Andi Khomeini Takdir mengatakan konsumsi gula dapat melemahkan imunitas. “Konsumsi banyak gula akan melemahkan imunitasmu. Batasi konsumsi gula pasir dan gula terlarut dalam semua makanan dan minuman kita,” ucap dokter yang juga pendiri Junior Dokter Network (JDN) ini.

Secara alami, tubuh memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri dengan adanya sistem kekebalan tubuh. Pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi dan vitamin C diyakini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berlawanan dengan vitamin C, glukosa pada gula justru bisa menurunkan kekuatan sistem imun. Salah satunya adalah gula. Uniknya, gula dan vitamin C memiliki strukur kimia yang sama.

Jika konsentrasi glukosa dalam darah meingkat, sel darah putih yang seharusnya menarik vitamin C bisa keliru menarik gula. Jika tingkat gula darah meningkat hingga 120, maka kemampuan sel darah putih untuk menghancurkan virus berkurang hingga 75 persen dalam empat sampai tujuh jam selama gula darah masih pada tingkat tersebut.

Tingkat gula darah tersebut bisa dengan mudah tercapai jika seseorang mengonsumsi kue dengan tambahan perisa dan minuman manis seperti soda, kopi susu instan, minuman dengan campuran kental manis dan lainnya. Sebagaimana diketahui, satu kaleng soda mengandung 26 gram gula, satusachet kental manis mengandung 20 gram gula dan 12 gram gula dalam 1 sachet kopi susu instan.

Pegiat kesehatan dan gizi anak Yuli Supriati mengatakan salah satu tantangan dalam menghadapi pandemic korona saat ini adalah mengajak masyarakat menjaga asupan makanan. “Gula sudah menjadi konsumsi wajib bagi sebagian besar masyarakat kita. Mengajak masyarakat membatasi konsumsi gula sama beratnya dengan meminta masyarakat tinggal di rumah.

Dalam setiap interaksi saya dengan masyarakat saat turun kelapangan, minuman manis seperti the manis dan kopi susu instan adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Tak hanya itu, anak-anak yang mengkonsumsi susu kental manis pun terlihat masih jamak,” ungkap Yuli.

‘ Untuk itu, lebih baik berhati-hati ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula, karena selain bisa menyebabkan berbagai penyakit lain seperti diabetes atau obesitas, gula dalam darah yang berlebihan bisa melumpuhkan sistem kekebalan tubuh," pungkasnya.

Sonny/Tajuknews.com/tjk@/04/2020.
Komentar

Berita Terkini