|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
PEMILU 2024

Kreatif dan Produktif di Dunia Digital

 

Anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan, S.E, memaparkan bahwa di satu sisi, ruang digital membuka lebar kesempatan bagi setiap orang untuk produktif dan bebas berkreasi di dunia maya,di Jakarta, 24/04/2022. "Kreatif dan produktif. Dengan begitu, para pengguna dituntut untuk mampu menghadirkan dinding atau pagar pembatas agar internet dapat menjadi pendorong produktivitas, bukan sebaliknya. ©Sonny/Tajuknews.com/04/2022.


TAJUKNEWS.COM, Jakarta. – Perkembangan dunia digital membawa arus tersendiri bagi kehidupan manusia, hampir bagi seluruh aspek kehidupan. Hal itu dimulai dengan adanya Revolusi Industri 4.0. Berbagai tantangan baru pun bermunculan, menghadang setiap orang untuk terus bertahan hidup dengan segala kreasi dan produk yang diciptakan.


Setiap insan yang tak mampu beradaptasi dengan cepatnya arus informasi saat ini, otomatis akan tergerus oleh zaman. Untuk itu, setap manusia dituntut untuk mampu terus berinovasi dengan kreatif dan tetap produktif.


Tantangan tersebut dikupas tuntas dalam webinar “Ngobrol Bareng Legislator : Kreatif dan Produktif di Dunia Digital” yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang sangat berkompeten di masing-masing bidangnya, di Jakarta, 24/04/2022.



Kegiatan yang dilaksanakan dalam sistem daring ini, menghadirkan Anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan, S.E, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Samuel A Pangerapan, B. Sc, dan Co-Founder Total Politik, Arie Putra. 


Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi 1 DPR RI, Muhammad Farhan, S.E memaparkan bahwa di satu sisi, ruang digital membuka lebar kesempatan bagi setiap orang untuk produktif dan bebas berkreasi di dunia maya.


"Kreatif dan produktif. Dengan begitu, para pengguna dituntut untuk mampu menghadirkan dinding atau pagar pembatas agar internet dapat menjadi pendorong produktivitas, bukan sebaliknya," ujar Farhan dalam kegiatan tersebut, (23/4/2022). 


Keberadaan ruang digital ini, kata Farhan, memberikan banyak sekali peluang baru bagi masyarakat. Khususnya bagi mereka yang akan menjalani sektor ekonomi kreatif. 


Terlebih, mengingat pandemi berhasil mengakselerasi pola aktivitas masyarakat secara massif offline ke online atau bahkan jadi hybrid. Sehingga jangkauan bisnis menjadi lebih luas," tuturnya. 


Senada dengannya, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel A Pangerapan, B. Sc menjelaskan, pesatnya perkembangan  teknologi yang semakin berpacu dengan adanya pandemi Covid-19 telah mendorong setiap manusia untuk berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan aktivitas di ruang digital.  


“Kita sedang berada di era transportasi digital. Pada awal tahun 2022 ini jumlah pengguna internet  Indoensia telah mencapai 204,7 juta jiwa atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya. Saya yakin angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun, namun pasifnya penggunaan internet akan menimbulkan beberapa resiko, seperti penipuan online, hoaks, siber bullying dan konten-konten negatif lainnya, oleh karena itu penggunaan internet perlu dibantu dnegan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan produktif, bijak dan tepat guna,” pungkasnya.

©Sonny/Tajuknews.com/tjk/04/2022.


Komentar

Berita Terkini