|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
AYO INDONESIA BANGKIT, " PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT"

Pemerintah Austria membuka lowongan kerja tenaga magang sebanyak 250.000 orang

Pemerintah Austria membuka lowongan kerja tenaga magang sebanyak 250.000 orang, Untuk kebutuhan tenaga magang tersebut, Jakarta, 11/11/2022. Pemerintah Austria menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tentang Kerja Sama Pelatihan Berbasis Kerja. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/11/2022.

TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Bagi Warga Indonesia yang mempunyai Skill untuk bekerja di luar negeri inilah kesempatan nya.


Pemerintah Austria membuka lowongan kerja tenaga magang sebanyak 250.000 orang. Untuk kebutuhan tenaga magang tersebut, Pemerintah Austria menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tentang Kerja Sama Pelatihan Berbasis Kerja.


Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Kamis (10/11/2022) mengatakan,"Mereka sangat banyak membutuhkan tenaga skill, tenaga kerja profesional. Mereka butuh 250.000 (tenaga magang di Austria), besar sekali. Tentu kita akan menyesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan melalui BLK atau balai latihan vokasi kita".


Adapun tenaga magang ini nantinya akan dipekerjakan di sektor teknologi informasi, hotel dan restoran, pertukangan, pengelasan, kelistrikan, mesin industri, garmen dan pakaian, bisnis dan manajemen, industri kreatif, pengolahan, terakhir pertanian.


" MoU ini merupakan payung bagi pengembangan kerja sama bidang ketenagakerjaan yang meliputi pelatihan vokasi, penyelenggaraan pemagangan di Austria, dan inisiasi kerangka kerja penempatan pekerja migran terampil dan profesional Indonesia ke Austria," ujar Menaker.


Mengenai mekanisme pemenuhan kebutuhan tenaga magang sama seperti para pekerja imigran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri, yakni melalui portal SiapKerja. Bedanya, kata Menaker, mekanisme serta proses penempatan tenaga magang tidak serumit para pekerja PMI informal.


Mekanisme penempatan (pemagangannya) sama dengan yang lain, kita harus memastikan perlindungannya, perlindungan pengupahannya. Prosesnya sama dengan yang lain. Tapi ini kan pekerja sektor formal. Jadi sektor formal itu tidak serumit penempatan di sektor informal. Kita punya banyak pengalaman, kalau di sektor formal itu lebih mudah. Karena mereka adalah pekerja profesional," jelasnya.


Pemerintah Austria memberikan bantuan kepada Pemerintah RI, berupa peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor maritim melalui program Development Maritime Vocational Training Center atau BLK Maritim.


Diselenggarakan di 3 lokasi, yaitu Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, BBPVP Serang dan BBPVP Makassar.


"Perluasan kesempatan kerja di Austria ini tentunya merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi angkatan kerja Indonesia. Sebagaimana kita semua ketahui, negara Austria sedang menghadapi Aging Population sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja muda dan produktif dalam membantu memenuhi kebutuhan operasional negaranya," ungkap Menaker.


Untuk meningkatkan kapasitas pekerja migran di bidang keterampilan bahasa, Kemenaker mulai melakukan peningkatan peran Balai Pelatihan Vokasi dan produktivitas untuk mendukung program penempatan dengan membuka Kejuruan Bahasa dan bekerja sama dengan negara penempatan untuk penyesuaian kualifikasinya.


Oleh karenanya, saya sangat berterima kasih atas peluang atau kesempatan kerja yang terbuka di Austria untuk pekerja migran Indonesia," pungkasnya.


@Sonny/tajuknews.com/tjk/11/2022.

Komentar

Berita Terkini