|

Said Iqbql : Evaluasi Akhir Tahun 2018 Mengenai Isu Ketenagakerjaan


Said Iqbal bersama jajaran KSPI ,(Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) lakukan konferensi pers di Jakarta, 26/12/18. KSPI peduli terhadap isu dan sikap organisasi ketenagakerjaan di Indonesia. Trionenews.com/Guf/tri©2018.

Trionenews.com, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini menggelar jumpa pers evaluasi akhir tahun 2018 mengenai isu dan sikap organisasi terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia.


Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, bahwa isu penyediaan lapangan kerja oleh Pemerintah masih menjadi fokus utama KSPI.


"Klaim Pemerintah yang menyatakan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2 juta per tahun atau 10 juta dalam 5 tahun tersebut mengalami kegagalan,  dan adanya manipulasi data orang yang bekerja. Itu evaluasi kami di 2018," ucap Said Iqbal saat jumpa pers di  di Hotel Mega Proklamasi, pada Hari Rabu (26/12/2018).


Said Iqbal menentang data Pemerintah yang bersumber darj data BPS   yang telah mengklaim bahwa penyerapan tenaga kerja di Indonesia sudah tercapai. Menurut Said, itu adalah data pekerja informal yang masih memiliki gaji di bawah UMP 2018.


"Jikalau klaim diyatakan berhasil, karena sektor informal yang masuk terserapnya tenaga kerja dan di bawah upah minimum. Seperti gojek, grab, tokopedia atau perdagangan online lainnya," ucapnya.


Selain itu juga Tenaga Kerja Asing (TKA) yang unskill workers akan menyerbu Indonesia di tengah proses Revolusi Industri 4.0. Tentunya hal tersebut akan mengancam kelangsungan tenaga kerja lokal.


"Kami minta cabut Perpres No.20 Tahun 2018. Itu memudahkan TKA masuk. Kalau TKA skill worker kita nggak masalah," tegasnya.


Penulis : Guffe / Trionenews.com/tri©2018.
Komentar

Berita Terkini