|

Masyarakat Independen Anti Hoaks dan Bohong Laporkan Presiden Ir. Jokowi

Ketua Masyarakat Independen Anti Hoaks dan Berita Bohong, Drs, H.Hasan Basri, DAH, M.H. laporkan Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo ke Bareskrim Polri, Jakarta, 7/1/19. Diduga memberikan ucapan dalam Teori Propaganda Rusia, di Surabaya pada tanggal 2Februari 2019 dan 3 Februari 2029 di Solo. Trionenews.com/Son/7/1/19.


Trionenews.com,Jakarta.- Ucapan Presiden Jokowi Widodo tentang diduga "Teori Propaganda Rusia" di Surabaya tanggal 2 Februari 2019 dan di Solo tanggal 3 Februari 2019 telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ucapan dugaan Hoaks tersebut dilakukannya pada pidato yang mengungkapkan namanya propaganda Rusia, yang setiap saat selalu menyebarkan semburan-semburan fitnah," ujar Drs,H. Hasan Basri,SH, M.H. ketua Masyarakat Independen Anti Hoaks dan Berita Bohong pada saat Di Bareskrim Polri, Jakarta,7/1/19.

Saat itu Jokowi mengatakan, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan konsultan asing dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2019.



Ketua Masyarakat Independen Anti Hoaks dan Berita Bohong, Drs, H.Hasan Basri, DAH, M.H. laporkan Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo ke Bareskrim Polri, Jakarta, 7/1/19. Diduga memberikan ucapan dalam Teori Propaganda Rusia, di Surabaya pada tanggal 2Februari 2019 dan 3 Februari 2029 di Solo. Trionenews.com/Son/7/1/19.

Ia tak menyebut konsultan asing apa yang digunakan kubu Prabowo-Sandi. Namun, ia sempat menyinggung tentang Teori Propaganda Rusia.

"Seperti yang saya sampaikan, teori propaganda Rusia seperti itu. Semburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat menjadi ragu. Memang teorinya seperti itu," kata Jokowi saat bertemu sedulur kayu dan mebel di Solo, Minggu (3/2/2019).

Kami Aliansi Masyarakat Independen Anti Hoax & Berita Bohong berharap agar Jokowi memberikan bukti dan fakta atas ucapannya tersebut. Sebab bila tidak, Jokowi dinilai telah melakukan suatu kebohongan publik," tutur Hasa Basri.

Pada saat pelaporan , Hasan Basri menyertakan bukti bukti Flasdisk yang di bawanya, sebagai bentuk pelaporan yang berisi video-video Presiden Jokowi.

Hasan Basri berharap kepada Bareskrim Polri memproses kasus ini dengan profesional tanpa terkecuali sesuai undang-undang yang berlaku.

"Sebagaimana dampak yang terjadi pada masyarakat akibat dari ucapannya tersebut bahwa Bapak Ir . Joko Widodo harus dapat memberikan bukti dan fakta sesuai ucapannya sebagai bentuk pertanggungjawaban jawabannya ke masyarakat".

Untuk perlu adanya proses hukum atas statement beliau yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat," pungkas Hasan Basri.

" Kami telah diterima oleh Bareskrim dan sedang di konsultasikan oleh pihak Bareskrim , "ujarnya
Trionenews.com/Son/7/1/19.
Komentar

Berita Terkini