|

Ngopi Kebangsaan Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AKJRS 2013) Ajukan Indra Charismiadji Siap Bantu Mas Menteri Nadiem

Indra Charismiadji praktisi pemerhati pendidikan hadiri Diskusi publik di Jakarta, 11/11/19. Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AKJRS2013) hadirkan Indra sebagai sosok Calon Wamen Kemendikbud. Sonny/tajuknews.com/tjk@11/2019.



TAJUKNEWS.COM, Jakarta Kondisi sistim pendidikan Indonesia masih  belum ideal karena  belum mampu menjawab tantangan masa depan yang penuh persaingan dan kompleks, selain itu masih belum terarah ditandai fengan seringnya terjadi pergantian sistem pendidikan.


Apalagi dalam pembukaan UUD 1945 pada Alinea ke 4 jelas tertulis dmn luhur pam pendiri bangsa. Cita-cita luhur ini salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang harus diwujudkan karena merupakan visi dari pendiri bangsa. Visi tersebut didukung oleh pegelola negara yaitu pemerintah yang sekarang sedang menjabat Presiden, Wakil Presiden, para pembantu Presiden dan seluruh komponen masyarakat yang hidup dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.



"Namun dengan terpilihnya CEO Gojek ,Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud Rl) sepertinya memberikan harapan baru pada perbaikan sistem pendidikan di negeri ini. Apalagi dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) kita sudah jelas bahwa tujuan pendidikan itu melahirkan manusia Indonesia Diskusi Politik menghadirkan, Indra Charismiadji , praktisi dan pemerhati penfidikan, Arief Suhendi, Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AKJRS2013), dan Erwin Niwatana S. seutuhnya; kata Koordmator Bidang Media Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia 2013 dan Koordinator Forum Wartawan Pancasila pada acara Ngopi Kebangsaan di Bakoel Koma Cikini Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

"Erwin berpendapag sistem pendidikan Indonesia saat ini masih memiliki bnyak kekm'angan dan kendala sehingga menghambm perkembangan dan kemajuan dunia peudidikan Indonesia sesuai apa yang dlamanatlcan konstitusi negara ini.

Indra berpendapat ,"Disamping pemerintah harus terus mengikuti perkembangan dunia pendidikan, karena Indonesia ini negerinya luas, banyak wilayah yang miskin, jauh dari pusat, kualifikasi guru sebagai pengajar yang harus terus ditingkatkan dan belum lagi fasilitas sekolah yang belum memenuhi syarat. Ini semua membutuhkan proses penyadaran yang lebih intensif dan juga political will yang kuat, untuk mewujudkan kesadaran dalam praktek memperbaiki sistem Pwdidikan kita“ paparnya

Selain itu dia menyatakan bahwa kajasama atau kolaborasi yang kuat perlu dibangun di dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu sendiri untuk melm'uskan arah pendidikan dan memperbaiki kualitas pendidikan. Apalagi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi berencana akan menambah lagi 6 (enam) Posisi Jabatan Wakil Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju," ucap Indra.

Terkaji rencana Jokowi ini dikatakan juga oleh Kepala Staf Presiden RI Moeldoko dalam rilis resminya., yang membenarkan bahwa akan ada rencana penambahan jabatan Wakil Menteri, namun Moeldoko belum memastikan pos Menteri mana saja yang akan bersanding dengan Wamen.



Erwin berpendapat sistem pendidikan Indonesia saat ini masih memiliki bnyak kekm'angan dan kendala sehingga menghambm perkembangan dan kemajuan dunia peudidikan Indonesia sesuai apa yang dlamanatlcan konstitusi negara ini.

“Disamping pemerintah harus terus mengikuti perkembangan dunia pendidikan, karena Indonesia ini negerinya luas, banyak wilayah yang miskin, jauh dari pusat, kualifikasi guru sebagai pengajar yang harus terus ditingkatkan dan belum lagi fasilitas sekolah yang belum memenuhi syarat. Ini semua membutuhkan proses penyadaran yang lebih intensif dan juga political will yang kuat, untuk mewujudkan kesadaran dalam praktek memperbaiki sistem Pwdidikan kita“ paparnya

Selain itu dia menyatakan bahwa kajasama atau kolaborasi yang kuat perlu dibangun di dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu sendiri untuk melm'uskan arah pendidikan dan memperbaiki kualitas pendidikan. Apalagi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi berencana akan menambah lagi 6 (enam) Posisi Jabatan Wakil Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Terkaji rencana Jokowi ini dikatakan juga oleh Kepala Staf Presiden RI Moeldoko dalam rilis resminya., yang membenarkan bahwa akan ada rencana penambahan jabatan Wakil Menteri, namun Moeldoko belum memastikan pos Menteri mana saja yang akan bersanding dengan Wamen.

"Pak Nadiem perlu dukungan sosok figur pendamping dalam menjalani jabatan barunya tersebut yakni figur kuat di pendidikan. Memahami dunia pendidikan tidak hanya sekedar teoritis tapi sudah masuk dalam tataran praktik. Sosok pendamping Nadiem tersebut harus mampu helpikir dan bertindak Strategis, Professional, Loyal, T aktis & Chemistry (STRANALTIS-CHEMTSTRY) melengkapi kriteria calon menteri Pak Jokowi yaitu Berani, Eksekutor Kuat dan Integntas," ujarnya

"Kriteria tersebut merupakan pemikiran kita para Alumni Relawan Jokowi Sedunia 2013 agar nantinya Pak Jokow' dan Pak Ma'ruf Amin memiliki komposisi kabinet yang ideal dan efektif untuk kepentingan rakyat, bangsa dan ncgam. Walaupun begitu urusan pemilihan calon wakil menteri itu mutlak hak prerogratif Pak Jokowi sebagai Presiden,”pungkasnya

Sonny/tajuknews.com./tjk@11/2019.
Komentar

Berita Terkini