|

Seminar Nasional BUMN Sinergikan Era Industri 4.0 Bersama DPR

Seminar Nasional BUMN Sinergikan bersama DPR dalam menakar Era Industri 4.0 di Hotel Sahid, Jakarta, 5/2/20. Acara yang di gelar media Jakarta insight.com dan Top Metro mengundang sejumlah pembicara di antaranya, Mohamad Toha, dari Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andre Rosiade Fraksi Partai Gerindra yang juga dari Komisi VI DPR RI, dan Pengamat Ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira. Sonny/Tajuknews.com/@Tjk/02/2020.


TAJUKNEWS.COM, Jakarta,  - Portal media nasional Jakartainsight.com bekerja sama dengan Topmetro.news pada Rabu, 5 Februari 2020 menggelar Seminar Nasional BUMN dengan tema 'Menakar Kesiapan Perusahaan BUMN Menapaki Era Industri 4.0 dan Peleburan Bisnis Sampingan BUMN'.

Seminar yang diadakan di Grand Sahid Jaya Hotel, Sudirman, Jakarta Pusat itu mengundang sejumlah pembicara di antaranya, Mohamad Toha, dari Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andre Rosiade Fraksi Partai Gerindra yang juga dari Komisi VI DPR RI, dan Pengamat Ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira.

Dalam pandangannya, Mohamad Toha menyampaikan bahwa dalam menapaki era industri 4.0 banyak yang harus disiapkan, seperti sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, regulasi, dan juga komponen-komponen lainnya.

Kesiapan tersebut, menurutnya, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Bukan hanya dari perusahaan, tetapi pemerintah dan juga legislatif untuk membuat regulasi yang mendukung penerapan teknologi berbasis 4.0.


Seminar Nasional BUMN Sinergikan bersama DPR dalam menakar Era Industri 4.0 di Hotel Sahid, Jakarta, 5/2/20. Acara yang di gelar media Jakarta insight.com dan Top Metro mengundang sejumlah pembicara di antaranya, Mohamad Toha, dari Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andre Rosiade Fraksi Partai Gerindra yang juga dari Komisi VI DPR RI, dan Pengamat Ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira. Sonny/Tajuknews.com/@Tjk/02/2020.

Sementara, Bhima Yudhistira juga menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu terburu-buru dalam menapaki revolusi industri 4.0. Seperti harus lebih melihat mana potensi yang diunggulkan dari bangsa ini untuk nantinya penerapan teknologi 4.0 bisa dijalankan pada sektor tersebut agar hasilnya menjadi efektif dan maksimal.

"Seperti Denmark yang tidak latah dengan tren global, termasuk pada penerapan teknologi 4.0. Denmark menerapkannya pada sektor unggulan mereka, di mana susu dan keju menjadi komoditas utama," ungkap Bhima.

Denmark, katanya, tidak terburu-burur dalam revolusi industri 4.0 ini, mereka perlahan namun pasti. Teknologi mereka terapkan pada sektor unggulan seperti agriklutur peternakan.

"Sapi di telinganya dipasangkan chip untuk memantau kecukupan asupan makanan dan gizi guna menjaga produktifitas susu mereka. Dari teknologi 4.0 tersebut didapat banyak data kebutuhan produksi daging dan susu sapi. Lalu dari sisi pelayanan, Denmark menggunakan e-commerce untuk menjual hasil produksi mereka," terang Bhima.

Adapun seminar Nasional BUMN Jakartainsight.com itu turut didukung Pimpinan Komisi VI Aria Bima, Pimpinan Komisi VII Alex Noerdin dengan memberikan ucapan selamat atas terlaksananya kegiatan ini melalui pesan video.

Ucapan selamat juga disampaikan anggota Komisi VI dari Fraksi PKB Tommy Kurniawan, Sondang Tampubolon dari Fraksi PDIP, dan juga Rafli Kande dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sayangnya Andre Rosiade yang dijadwalkan mengisi seminar berhalangan hadir dikarenakan dirinya harus mengikuti rapat di DPR. Meski begitu, materi dari Andre telah disampaikan ke peserta seminar yang terdiri dari perusahaan BUMN dan juga media.

Jalannya seminar terasa interaktif dengan berlangsungnya tanya jawab antara peserta dan narasumber, baik kepada anggota Komisi VI M Toha maupun ekonom INDEF Bhima Yudhistira.

Sonny) Tajuknews.com/@Tjk/feb/2020.
Komentar

Berita Terkini