|

Baharuddin, " ALUN Hadir Untuk Menjaga Hutan Indonesia"

Baharuddin , Ketua Umum ALUN (Apresiasi Lingkungan Hutan Indonesia) saat berada di lokasi hutan dengan masyarakat terkait konflik lahan hutan di BKSDA Sumatera Selatan tahun 2017, ALUN berjuang untuk kepentingan masyarakat yang peduli dengan Hutan rakyat. Foto; Sonny/Tajuknews.com/tjk/06/2020.



TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Dampak pemanasan global saat ini terus membayangi kehidupan manusia, dengan banyaknya bencana alam yang terjadi terhadap alam di Indonesia. Ini sangat mengkhawatirkan keadaan bumi dan sekitarnya jika tidak ada perhatian bersama dalam menanggulanginya. 

Untuk itu tindakan secepatnya segera diambil dalam setiap langkah kebijakan dari Pemerintah dan pemerhati lingkungan agar peduli menjaga alam dan habitatnya.

ALUN (Apresiasi Lingkungan Dan Hutan Indonesia) yang bergerak dalam Lembaga Swadaya Masyarakat  untuk membangun hutan Indonesia yang dikarenakan hutan itu semakin hancur oleh adanya membalakan liar serta perusahaan mengelola hutan yang sewenang-wenang, yang khususnya masyarakat Indonesia yang di garis akar rumput itu telah kehilangan lahan , " Cetus Ketua Umum ALUN Baharuddin saat berada di menteng, jakarta Pusat, 18/06/2020.

Formasi pendiri ALUN (Apresiasi Lingkungan Hutan Indonesia) Dari kiri-kanan ;  Sarina team pengawas ALUN,  Alam Rumbaru, Selaku Sekjen ALUN,  Eddy Fadil Rahman selaku Bendum ALUN dan Baharuddin selaku Ketua Umum ALUN saat berada di lokasi Menteng, jakarta Pusat, 18/06/2020. ALUN hadir untuk menjaga hutan Indonesia serta fungsi lahan hutan. Foto; Sonny/Tajuknews.com/tjk/06/2020.


"Untuk itu sesuai dengan program bapak Presiden Sebagaimana nomenklatur pada PermenLHK No.83/2016, bahwa Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat (HA) dan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK), "Ujar Baharuddin.

"Kita membangun hutan  melalui 5 hal itu setelah itu akan terbangun nantinya kita akan  canangkan reboisasi, dan semua ini kita bisa lakukan kepada masyarakat untuk program tumpang sari bisa menanam ubi, kacang-kacangan, atau kopi bisa, " Imbuhnya.



Baharuddin, Ketua Umum ALUN (Apresiasi Lingkungan Hutan Indonesia) saat berada di lokasi hutan bersama masyarakat terkait konflik lahan hutan di BKSDA Sumatera Selatan tahun 2017, ALUN berjuang untuk kepentingan masyarakat yang peduli dengan Hutan rakyat. Foto; Sonny/Tajuknews.com/tjk/06/2020.

Saat ini Indonesia semakin krisis terkait hutan karhutla, dan Global warming (Pemanasan Global) Indonesia merupakan hutan tropis paru-paru dunia hutan paling banyak di dunia, jika terjadi kebakaran hutan di Indonesia negara tetangga Malaysia, Singapura sangat terdampak dengan asap kebakaran hutan, ini kita harus bisa menjaganya jangan sampai terjadi kembali kebakaran hutan yang sering melanda Indonesia, " Ujar Ketua Umum ALUN.

Salah satu konsep ALUN kedepan bisa bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga hutan, kita pelihara itu hutan agar tumbuh kembang sebagai warisan anak dan cucu kita, " Pungkasnya.

©Sonny/Tajuknews.com/tjk/06/2020.



Komentar

Berita Terkini