|

APD Buatan Dalam Negeri Pabrik Tanggerang Berstandar Kwalitas WHO

 
Baju Hazmat atau Alat Pelindung Diri (APD) buatan dalam negeri lolos ISO 16604 Class 3


TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Melihat pangsa pasar APD semakin marak dengan persaingan dan Salah satu penularan Covid-19 adalah jeleknya kualitas alat pelindung diri (APD). Hal itu terjadi lantaran pembuatan APD tidak sesuai standar WHO.

Konsorsium Nasional yang tergabung dalam PT Energi Kita Indonesia (EKI) menghimpun kerja sama dengan banyak pihak, termasuk sektor UMKM guna memproduksi APD.
Disebutkan, saat ini PT EKI sudah menyetok sebanyak 3 juta set APD siap pakai.
Bahkan cadangan bahan baku yang tersedia, mampu memproduksi 120 juta APD jika diminta.

"Perhari ini kita sudah mempunyai ready stock sebanyak tiga juta APD dengan kualitas bahan korea terbaik. Kalau bahan baku yang kita miliki mampu memproduksi 120 juta set APD sesuai standar WHO," kata Direktur Utama PT EKI, Satrio Wibowo, saat meninjau salah satu perusahaannya di kawasan Daan Mogot, Tangerang, Selasa (9/6/2020).

Satrio," mengatakan  satu diantara beberapa faktor penularan itu disebabkan penggunaan APD yang tidak tepat. Selain itu APD itu belum memenuhi standar sebagai sarana pelindung diri bagi tenaga medis sesuai dengan WHO.

"Sektor UMKM lokal kita libatkan dalam produksi ini," tambahnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sendiri telah mengeluarkan dua pedoman tentang acuan standar Alat Pelindung Diri (APD) guna menangani pasien Covid-19.
Keduanya adalah, soal standar penggunaannya bagi tenaga medis dan standar pembuatannya bagi industri, "Ujarnya.


"Konsorsium ini sangat peduli terhadap kasus Covid-19, konsen kami adalah bagaimana mendukung para tenaga medis, pemerintah dalam menyiapkan APD yang sesuai standar internasional. Itu sebabnya,kami melakukan kerjasama dengan Hansoll Korea Selatan," Pungkas Satrio.

@Sonny/tajuknews.com/tjk/06/2020.
Komentar

Berita Terkini