|

Pengamat Sosial Politik DR.John N Palinggi Pendekatan Hati Jalan Terbaik di Wilayah Tambang Smelter Nikel

 

Pengamat Sosial Politik dan Mediator , DR John N Palinggi. MM. MBA dalam keterangan persnya bersama media Tajuknews.com di Jakarta, 22/12/2020. John  N Palinggi prihatin dan merasa sedih yang terjadi di Tambang Smelter Nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. ©Sonny/Tajuknews.com/tjk/12/2020.

TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Dampak Adanya pembakaran Smelter bahan nikel itu, adalah simbol kerjasama kita dengan negara kita khususnya negara China dalam rangka membantu negara kita untuk menciptakan lapangan kerja dan untuk membantu negara kita bahan-bahan alam bernilai tambah strategis dan membantu negara kita untuk mengatasi masalah-masalah Perekonomian dan juga membantu negara kita untuk memasukkan bagi negara dan itu akan membuat stabilitas.

" Karena kalau orang ada lapangan kerja tentunya ada inkam, belum lagi pajak  tentu banyak manfaat positif. Kemauan China khususnya pengusaha dari China mengambil resiko besar karenanya biaya nya cukup besar, sekitar 42 Triliun.

Dan ini bukan yang main- main, dengan adanya kejadian itu akan pemekaran tidak tahu akan bagaimana perasaan dari pengusaha-pengusaha China dan itu mudah-mudahan mereka tidak merasa takut oleh sebab itu saya sangat memohon aparatur penegak hukum untuk mencari dalang kejadian ini untuk supaya  Pemerintah kita bisa mempertanggung jawabkan nya, menjelaskan kepada pengusaha China khususnya negara China tentang yang hal ini perlu lebih jelas karena sangat serius masalahnya," Ujar DR. John N. Palinggi MM MBA selaku pengamat Sosial dan Politik di Jakarta, 22/12/2020.

"Menurut John, Merasa bingung dengan adanya sejumlah  keamanan yang mengerti dengan keamanan yang ada di sana tetapi mereka tidak mempertimbangkan sistem keamanan yang terintegrasi dengan pendekatan masyarakat, kalau mendekatkan masyarakat inilah yang sebetulnya smelter nikel ini yang dibangkitkan adalah hak simpati masyarakat yang semestinya di jagai itu melalui pendekatan CSR, Ucap John.

Pengamat Sosial Politik dan Mediator , DR John N Palinggi. MM. MBA dalam keterangan persnya bersama media Tajuknews.com di Jakarta, 22/12/2020. John  N Palinggi prihatin dan merasa sedih yang terjadi di Tambang Smelter Nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. ©Sonny/Tajuknews.com/tjk/12/2020.


Tanggung jawab alokasi itu bisa perbulan supaya mereka bisa hidup dari penghasilan smelter nikel ini, yang Kedua," Pertimbangan juga  Pemerintah, Kabupaten, dan Pemerintah Provinsi mendapatkan share dari pengolahan itu sendiri dan tidak lupa itu akan membantu Anggaran Belanja Daerah Provinsi dan Anggaran Belanja Daerah Kabupaten".

"Jadi intinya pendekatan ini jangan dibawa dengan pendekatan kekuasaan karena kita sanggup untuk melaksanakan apapun dan itu tidak laku lagi sekarang ini," Cetus John

Saya merasakan, " Bahwa Bapak Presiden Joko Widodo sedih atas kejadian ini dan saya juga terus terang sangat sedih yang terjadi , dan Bapak Presiden merasa sedih telah berjuang supaya pengusaha China disana ditentukan dari mulai instruktur Presiden Xie Jinping diatasnya Partai Komunis, karena orang yang akan keluar  menanam Modal nya mesti seijin Presiden disana telah ditentukan sekarang yang akan berinvestasi keluar  Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) swasta lain tidak boleh saya sempat kesana ini peluang kita sangat bagus kenapa bisa terjadi, " Imbuhnya.

Pasti investasi lain yang berasal dari China merasa was-was dan investasi dari negara-negara lain juga merasa was-was untuk masuk ke dalam Sulawesi, ini masalah yang sangat serius sekali dampak negatifnya menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Saya kira kita bisa bicara masalah ketimpangan dimana mana juga akan ada ketimpangan kalau tidak diselesaikan secara cepat dan itukan dengan percepatan penyelesaian ini bagaimana kita mendekatkan diri melalui pendekatan hati kita sendiri.

" Bukan pendekatan kekuasaan atau pendekatan kekuatan tidak bisa lagi bahwa ini pendekatan dengan manusia dengan pendekatan hatinya sama dengan kita, yakni apa itu melalui kebutuhannya kadang-kadang tuntutan masyarakat berlebihan itu bisa dinegosiasikan selama kita menurunkan derajatnya hasilnya bisa sama dengan kita, " ini yang saya lakukan di Palu, Saya lakukan Pembangkit Listrik di Cianjur selatan , banyak perusahaan-perusahaan besar saya selesaikan dan pernah ada masalah," Pungkasnya.

©Sonny/Tajuknews.com/tjk/12/2020.

Komentar

Berita Terkini