|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
Jejak Cakap Digital & Jejak Kreasi

Dampak Aksi Demo Pedagang Daging, INKOPPAS Berikan Tiga Saran Kepada Pemerintah

 

Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Sekum INKOPPAS) Andrian Lame Muharmenyatakan pedagang daging di sejumlah pasar tradisional memilih menghentikan sementara penjualan sebagai bentuk keprihatinan atas melonjaknya harga daging sapi yang mencapai Rp140.000 per kilogram, bahkan Rp200.000 di wilayah BSD. di Jakarta, (22/1/26). Aksi mogok dilakukan pedagang daging di beberapa pasar, termasuk Rawamangun dan Parung Panjang. Pedagang di Rawamangun bahkan menyatakan tidak akan berjualan hingga tahun 2024 (maksudnya hingga kondisi membaik)". fOTO; @Sonny/Tajuknews.com/tjk/01/2026.


TAJUKNEWS.COM/ Jakarta. - Melambungnya harga daging sapi di masyarakat, membuat rasa keprihatinan baik di kalangan masyarakat pada umumnya dan pedagang daging khususnya.


Masyarakat menginginkan harga daging dapat seperti semula apalagi menjelang Suci Ramadhan


Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Sekum INKOPPAS) Andrian Lame Muhar di Jakarta, (22/1/26) menyatakan pedagang daging di sejumlah pasar tradisional memilih menghentikan sementara penjualan sebagai bentuk keprihatinan atas melonjaknya harga daging sapi yang mencapai Rp140.000 per kilogram, bahkan Rp200.000 di wilayah BSD.


Pedagang berpikir kalau menjual dengan harga terlalu tinggi, sementara daya beli masyarakat sedang turun, pasti pembeli akan berkurang. Daripada biaya stok terlalu tinggi, lebih baik mereka sementara menghentikan penjualan.


Aksi mogok dilakukan pedagang daging di beberapa pasar, termasuk Rawamangun dan Parung Panjang. Pedagang di Rawamangun bahkan menyatakan tidak akan berjualan hingga tahun 2024 , maksudnya hingga kondisi membaik ".


Kenaikan harga sudah berlangsung sejak sebulan terakhir dengan berbagai faktor penyebab. Pertama, importasi sedang diperketat pemerintah. 

Kedua, negara pengekspor sedang menata ulang strategi ekspor mereka. Ketiga, impor anakan sapi membutuhkan biaya tambahan untuk pakan dan tempat, ditambah cuaca buruk yang mempersulit penyediaan pakan.


Dimana kita memasuki libur panjang kemarin dan sebentar lagi Ramadhan, permintaan sedang tinggi tapi pasokan sedikit. Ada ketimpangan antara suplai dan permintaan.


Faktor lain yang memperparah situasi adalah isu adanya pengusaha yang menyimpan stok daging untuk persiapan dapur umum program Bergizi Gratis Nasional (BGN).


"Andrian menyampaikan tiga saran kepada pemerintah. Pertama, membuka keran impor secepat mungkin ketika terjadi kekurangan pasokan daging lokal. Kedua, menjalin kerja sama bilateral dengan negara produsen agar memberikan harga khusus untuk Indonesia. Ketiga, meningkatkan kualitas peternak lokal agar dapat bersaing di pasaran.


Jangan sampai importasi dikuasai segelintir pengusaha besar saja. Kalau bisa barang importasi langsung masuk ke pasar rakyat sehingga masyarakat bisa membelinya dengan mudah.


Pemerintah dapat melibatkan koperasi pedagang pasar untuk mendukung kebutuhan dana agar pedagang bisa menyimpan stok tanpa menahan anggaran terlalu lama, " Tukasnya. 


@Sonny/Tajuknews.com/tjk/01/2026.

#INKOPPAS #PedagangDaging #Ramadhan

Komentar

Berita Terkini