|

Ketum SBSI Prihatin Terkait Permintaan Tutup TPL Dengan Alasan Lingkungan dan Tanah Adat

 

Ketua Umum Serikat Buruh Sejatehra Independen, Zatiwanolo Zega mengaku prihatin terkait adanya permintaan sekelompok masyarakat agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk, mEDAN, 23/06/2021. Desakan itu sangat mengganggu kenyamanan sekaligus merugikan bagi pekerja/buruh. Isu penutupan TPL sudah membuat kegaduhan dan keresahan bagi pekerja dan buruh yang menggantungkan hidupnya di perusahaan. @Dyan/Tajuknews.com/tjk/Juni/2021.

TAJUKNEWS.,COM, MEDAN. - Ketua Umum Serikat Buruh Sejatehra Independen, Zatiwanolo Zega mengaku prihatin terkait adanya permintaan sekelompok masyarakat agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk, ditutup dengan alasan lingkungan dan tanah adat maupun lainnya.


Karena, menurut Zega, desakan agar penutupan perusahaan PT TPL yang tidak beralasan oleh sekelompok elemen masyarakat tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan bagi pekerja/buruh.


"Desakan itu sangat mengganggu kenyamanan sekaligus merugikan bagi pekerja/buruh. Isu penutupan TPL sudah membuat kegaduhan dan keresahan bagi pekerja dan buruh yang menggantungkan hidupnya di perusahaan tersebut," ungkap Zega, Kamis (24/6/2021).


Ia juga mengaku, telah mengikuti berita tentang gerakan rekan-rekan LSM/NGO atau kelompok masyarakat yang menuntut agar perusahaan produksi bubur kertas (Pulp) tersebut ditutup.


"Yang pasti akibat dari isu itu pekerja/buruh gelisah dan pasti berpengaruh pada konsentrasi pekerja," bebernya.


Ditambahkan Zega harusnya jika ada hal yang tidak sesuai (menyalahi) menurut temuan atau pendapat pihak lain dalam hal ini teman-teman LSM/NGO atau kelompok manapun, baiknya tidak langsung menebarkan opini 'Tutup TPL', karena akan membuat kegelisahan terutama di kalangan pekerja/buruh dan lain sebagainya.


"Saya tidak dalam posisi membela TPL, tetapi baiknya jika ada temuan masalah yang diduga dilakukan atau dilanggar oleh TPL, bisa didialogkan atau upaya hukum sebagaimana ketentuan peraturan dan perundang-undangan," ujarnya.


Zega juga memaparkan kalau SBSI dibawah kepemimpinannya telah turun langsung ke Porsea, kelokasi operasional perusahaan TPL, untuk melakukan dialog dan sharing kepada para pekerja/buruh. 


"Saya sebagai Ketua Umum dan rekan dari DPP K. Sejahtera sudah dua kali datang ke Porsea untuk menenangkan pemikiran rekan-rekan buruh (anggota Sejahtera) yang ada di TPL. Semoga kedatangan kami bisa membantu memberi ketenangan bekerja bagi rekan-rekan pekerja/buruh," ucapnya.


Diakhir komentarnya, Fatiwanolo Zega mengatakan bahwa PT. TPL sebagai perusahaan yang telah lama beroperasi dan perusahaan publik (Tbk) pasti sudah memiliki izin sesuai peraturan dan perundang-undangan.


"Terkait isu penutupan TPL. Dari saya adalah bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah temuan rekan-rekan pemerhati lingkungan atau LSM/NGO yang diharapkan bisa memberi untung semua pihak. Jangan langsung kata tutup. Semacam tidak ada mekanisme hukum kita dan terkesan menghakimi. Serahkan semua problema ini pada pemerintah sebagai pemegang regulator dan kebijakan," pungkasnya.

@Dyan/Tajuknews.com/tjk/Juni/2021.


Komentar

Berita Terkini