|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Selamat idul Fitri 1443H

Bundo Kanduang Yetna Sriyanti Chaniago, Sejarah Negeri Kami Kubung Tiga Baleh dan Sesuai Hukum Adat Minangkabau

Kaum Datuk Bandaro kayo YM Bundo kanduang Yetna Sriyanti Chaniago,Asal kampung salayo kubung 13, solok Sumatera Barat, mengatakan,"Tujuan dan maksud kami kesini pada prinsipnya adalah untuk menyatukan suara di seluruh bumi nusantara". di Grand Cempaka , Jakarta,20/05/2022. Hak- hak ulayat yang ada di republik Indonesia di lindungi oleh undang- undang dasar 1945 itulah yang kami suarakan kemarin. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/05/2022.


TAJUKNEWS.COMJakarta - Setiap daerah, setiap wilayah di bumi nusantara mempunyai pemimpin di daerahnya masing masing.

Dan setiap pemimpin di suatu wilayah mempunyai permasalahan yang berbeda- beda pula, dengan beragam pemecahannya.

Simposium yang di adakan di hotel Grand Cempaka jl.Letjen Suprapto No 1 Jakarta tanggal tanggal 19 - 20 mai 2022

Kaum Datuk Bandaro kayo YM Bundo kanduang Yetna Sriyanti Chaniago,Asal kampung salayo kubung 13, solok Sumatera Barat, mengatakan,"Tujuan dan maksud kami kesini pada prinsipnya adalah untuk menyatukan suara di seluruh bumi nusantara".

"Hak- hak ulayat yang ada di republik Indonesia di lindungi oleh undang- undang dasar 1945 itulah yang kami suarakan kemarin.

Dan tidak pernah lepas dari yang sengketa- sengketa dan gesekan yang ada di setiap bumi yang ada di nusantara ini
Inilah yang harus kami perbaiki kembali salah satunya ada di negeri kami," ujar Datuk Bandaro.

"Sejarah negeri kami kubung tiga baleh, di tukar oleh beberapa orang yang tidak berkapasitas yaitu orang yang tidak dari garis keturunan pemangku adat turun- temurun dengan nama tiga baleh koto, hal ini yang sangat menyayat dan mengiris hati saya makanya saya memperjuangkan," ungkapnya.

" Saya sudah capek dan lelah memperjuangkan selama ini, makanya mudah- mudahan LKPAKSI ini yang dapat menjadi perekat nantinya untuk menjaga dan melestarikan, bahwa apa yang di buat oleh leluhur dulu bukan sesuatu hal yang salah, pasti sudah melalui proses yang sangat panjang dengan pertimbangan- pertimbangan yang sangat panjang," terangnya.

" Sebagai mana filosofis yang kami anut di Minang Kabau hukum- hukum adat kami bersendikan pada alquran itu yang di sebut di lihat ada, diraba nyata, dan di sapa dia berbunyi walaupun itu benda mati, karena pada sifatnya manusia ini adalah pembohong dan pembantah yang tidak pernah membantah adalah alam itu yang di kenal dengan alam takambang menjadi biru, hal- hal inilah yang kami perjuangkan," cetus Datuk Bandaro.

Keterangan lebih jauh Bundo Bandaro

"Bahwa yang berhak atas tanah- tanah ulayat ini tidak pernah lepas dari kaum- kaum pemangku adat dan tidak pernah bisa di sentuh oleh orang- orang yang bukan dari garis keturunan pemangku adat, karena sifat dari pemangku adat itu, jabatan- jabatan pemangku adat itu adalah jabatan sunatullah.

Kami tidak pernah tahu kami dilahirkan dari garis keturunan siapa dan kami tidak pernah meminta tapi ketika kami sudah dilahirkan di situ, kami harus amanah sidik fatonah itulah yang harus kami wariskan secara turun- temurun hingga keanak cucu kami nantinya,

"Karena kamj adalah suku terbesar di seluruh dunia yang menganut garis keturunan ibu dan negeri selayor tersebut adalah induk kubung tiga baleh yang di kenal dengan di situ datuk perpatih sebatang itu berada dan dengan sistim demokrasi yang dia punya tagak sama tinggi, duduk sama rendah, tapi sistim demokrasi tersebut yang di bawa suku Chaniago bekerja sama dengan sistem koto peliang, ketika terjadi sistem vertikal dan horizontal, sistem bodi chaniago dan koto peliang tersebut lahirlah adik sebatang panjang .Artinya kamilah nenek moyang itu, itulah yang menjalankan sistem tersebut dan merekalah yang membuat sistem matrilineal.

Harapan saya bisa memberi nuansa- nuansa baru dan ada perubahan yang sangat siknifikan dan sangat luar biasa dan ini akan menjadi gelombang raksasa bagi seluruh masyarakat adat yang ada di bumi nusantara untuk bangun dan berdiri bahwa tidak pernah akan bisa kokoh sebuah negara apabila adat mereka masing- masing kokoh di nusantara.

"Mudah- mudahan kami di perhatikan oleh pemerintah dan bisa bekerja sama dengan kami, bermitra dengan kami karena kami adalah pemilik- pemilik negeri itu harapan kami dan mudah- mudahan kami bisa saling berkabolarasi antara pihak Pemerintah dan pihak petinggi- petinggi adat yang ada di seluruh nusantara," pungkasnya.

@Sonny/Tajuknews.com/tjk/05/2022

Komentar

Berita Terkini