|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
Jejak Cakap Digital & Jejak Kreasi

Andrian Lame Muhar Sekum Inkoppas, Tegaskan Kenaikan Harga Beras Non-SPHP diPengaruhi Beberapa Faktor

Sekretaris Umum INKOPPAS (Induk Koperasi Pasar), Andrian Lame Muhar, SE, Msi, "Menegaskan stok beras di pasar rakyat tetap stabil, dan kenaikan harga bukan disebabkan kelangkaan. di Jakarta, 28/08/2025. Andrian menjelaskan, pemerintah bersama pedagang pasar menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kualitas baik dan harga terjangkau. Harga eceran tertinggi (HET) beras premium non-SPHP naik dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram, sedangkan harga pasaran bisa mencapai Rp14.900. Namun, beras SPHP tetap dijual Rp12.500 per kilogram. Foto :@Sonny/Tajuknews.com/tjk/08/2025.


TAJUKNEWS.COM/ Jakarta. - Isu kenaikan harga beras belakangan menjadi perhatian publik. Sekretaris Umum INKOPPAS (Induk Koperasi Pasar), Andrian Lame Muhar, SE, Msi, "Menegaskan stok beras di pasar rakyat tetap stabil, dan kenaikan harga bukan disebabkan kelangkaan.

Andrian menjelaskan, pemerintah bersama pedagang pasar menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kualitas baik dan harga terjangkau. Harga eceran tertinggi (HET) beras premium non-SPHP naik dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram, sedangkan harga pasaran bisa mencapai Rp14.900. Namun, beras SPHP tetap dijual Rp12.500 per kilogram.

“Beras SPHP cukup baik dan segar. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan beras berbagai merek masih tersedia,” tegas Andrian di Cilandak, Jakarta, Kamis (28//2025).

"Menurut Inkoppas, kenaikan harga beras non-SPHP dipengaruhi beberapa faktor: penyerapan gabah petani oleh Bulog hingga 4,2 juta ton untuk cadangan pangan nasional, cuaca ekstrem yang menurunkan kualitas panen, serta biaya logistik akibat rantai distribusi panjang.

Program SPHP menjadi benteng utama menahan lonjakan harga. Pemerintah memastikan beras SPHP tetap tersedia melalui jalur resmi Bulog dengan harga distributor Rp11.000 dan pedagang Rp12.500. Namun, Andrian mengingatkan mekanisme distribusinya masih rumit: pedagang harus melalui persetujuan kepala pasar, dinas perindustrian dan perdagangan, hingga pengajuan administrasi seperti formulir, NIB, dan NPWP, dengan kapasitas maksimal 2 ton per pengajuan.



Sekretaris Umum INKOPPAS (Induk Koperasi Pasar), Andrian Lame Muhar, SE, Msi, "Menegaskan stok beras di pasar rakyat tetap stabil, dan kenaikan harga bukan disebabkan kelangkaan. di Jakarta, 28/08/2025. Andrian menjelaskan, pemerintah bersama pedagang pasar menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kualitas baik dan harga terjangkau. Harga eceran tertinggi (HET) beras premium non-SPHP naik dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram, sedangkan harga pasaran bisa mencapai Rp14.900. Namun, beras SPHP tetap dijual Rp12.500 per kilogram. Foto :@Sonny/Tajuknews.com/tjk/08/2025.



“Beras SPHP berkualitas premium 5 persen. Mekanisme distribusinya perlu dipercepat agar benar-benar efektif menekan harga,” ujarnya.

Inkoppas menilai penyerapan gabah oleh pemerintah tepat untuk menjaga ketahanan pangan. Namun, distribusi ke masyarakat harus segera dipercepat agar stok tidak menumpuk di gudang sementara harga di pasaran naik.


"Dan di tambah lagi isu- isu politik lainnya, sehingga banyak persepsi atau opini yang terjadi di Alhamdulilah Inkoppas selalu di libatkan dengan pemerintah, hubungan dengan Bulog juga sangat baik, Jika ada permasalahan  beras, inkoppas di undang Bapennas dan di undang kemendag untuk saling memberi masukan, " Imbuhnya.


Selain faktor pasokan, selera konsumen juga memengaruhi harga. Beras jenis IR, misalnya, lebih diminati masyarakat meski stok terbatas, sehingga harganya naik, sementara beras lain yang lebih murah tetap tersedia.



Andrian menegaskan hubungan Inkoppas dengan pemerintah berjalan baik. Inkoppas selalu dilibatkan dalam rapat koordinasi kementerian terkait untuk memastikan penyaluran SPHP tepat sasaran. Pengalaman akhir 2023 menunjukkan saat SPHP membanjiri pasar, harga beras stabil dan pedagang tidak mendapatkan margin tinggi.

“Yang terpenting, jangan sampai beras langka. Jika stok ada, masyarakat tetap bisa membeli meski ada kenaikan harga. Inkoppas mendukung penuh langkah pemerintah menjaga pasokan dan harga beras nasional,” Pungkas Andrian.|


@Sonny/Tajuknews.com/tjk/08/2025.

Komentar

Berita Terkini