TAJUKNEWS.COM/ Jakarta. – Emiten KAQI dikabarkan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan produsen kendaraan listrik global, BYD, dalam rangka pengembangan jaringan bengkel resmi BYD di Indonesia. Kolaborasi ini disebut-sebut akan menjadi bagian dari strategi BYD dalam memperkuat ekosistem purna jual seiring ekspansi besar-besaran perusahaan di pasar domestik.
Kabar ini muncul setelah BYD sebelumnya mengumumkan investasi sekitar Rp20 triliun untuk pembangunan fasilitas manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Langkah tersebut menegaskan komitmen jangka panjang BYD terhadap pasar nasional, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga layanan pendukung yang berkelanjutan.
Ekspansi Bengkel Resmi Jadi Fokus Lanjutan BYD
"Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku industri, KAQI berencana membangun lebih dari 20 bengkel resmi BYD dengan estimasi nilai proyek mencapai Rp300 miliar. Lokasi bengkel akan difokuskan di kota-kota besar dengan tingkat adopsi EV yang terus meningkat, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Bali, serta sejumlah wilayah strategis lainnya.
"Seorang analis pasar modal," John Aprijaya, S.IP, Msi, menilai, jika kerja sama ini terealisasi, KAQI berpotensi memperoleh pertumbuhan pendapatan yang lebih stabil dan berulang, Ujarnya, di Jakarta, 27/01/2026.
Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan BYD untuk memperluas jangkauan layanan purna jual, mengingat salah satu faktor utama dalam keputusan pembelian kendaraan listrik adalah ketersediaan bengkel resmi dan layanan perawatan jangka panjang.
"Dari sisi emiten, potensi kerja sama ini dinilai membawa dampak material terhadap kinerja KAQI. Sebagai catatan, KAQI membukukan penjualan sebesar Rp53,2 miliar pada Q3 2025. Dengan estimasi nilai kontrak bengkel BYD mencapai Rp300 miliar, skala proyek tersebut dinilai cukup signifikan dibandingkan capaian historis perusahaan.
“Bisnis bengkel resmi EV cenderung menghasilkan recurring income dari servis berkala, suku cadang, hingga perawatan baterai. Ini berbeda dengan proyek satu kali, sehingga dampaknya ke arus kas bisa lebih berkelanjutan,” ucap John.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan langsung dalam ekosistem EV dapat meningkatkan daya tarik valuasi KAQI di mata investor.
“Kerja sama dengan prinsipal global seperti BYD bisa menjadi faktor re-rating, karena pasar biasanya memberikan premi terhadap emiten yang terintegrasi dalam rantai pasok kendaraan listrik,” katanya.
Sejumlah data dan tren turut memperkuat relevansi kabar ini. Penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus mencatat pertumbuhan signifikan, didorong oleh insentif pemerintah dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
"Di sisi lain, BYD saat ini tercatat sebagai pemimpin penjualan EV di Indonesia, melampaui sejumlah merek global lainnya," Imbuhnya.
Dengan pembangunan pabrik lokal, BYD diperkirakan membutuhkan mitra domestik yang mampu mengeksekusi ekspansi layanan secara cepat dan efisien, khususnya di tahap awal penetrasi pasar," Pungkas John.
@Sonny/Tajuknews.com/tjk/01/2026.
#KAQI #BYS #KendaraanListrik #PasarDomestik
