TAJUKNEWS.COM/ Depok. - Dalam melaksanakan pengabdian masyarakat mahasiswa dibekali ilmu dan ketrampilan yang telah diberikan pembimbing serta dosen dalam membantu ketika praktek dilapangan dengan menaburkan keahliannya kepada masyarakat.
"Pengabdian masyarakat dari mahasiswa adalah implementasikan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk memperdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu secara langsung, Hal ini juga dipraktekan kepada Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dalam membuat jalan yang meneruskan pada tahun 2024, "Dengan tujuan untuk memberikan akses pejalan kaki bagi masyarakat dan mahasiswa yang sering melewati kampus UI, " Ujar Yelvi, S.T, M.T dalam keterangan di wilayah Beji, Kota Depok, 11/07/2026.
Dalam pelaksanaannya mahasiswa dan tim di bantu bersama masyarakat sekitar yaitu warga Rt 03/Rw 09, "Dengan memulai jam 08.00 pagi masayarakat dan mahasiswa berkontribusi dalam bergotong royong dan berestafet memikul adukan pasir semen dengan penuh keriangan terus bersama-sama membuat infrastruktur jalan umum yang telah dirancang sebelumnya.
"Turut hadir dalam pelaksanaan Tim Pengabdian Masyarakat, Nunung Martina, S.T, M.si, Handi Sudardja, S.T, M.T, Dr. Aisyah Salimah, M.T, Wakidi, S.ST, Kusno Wijayanto, S.Tr.T, Chairunisabilah. A.Md.T yang terdiri dari 4 orang dosen dan 3 orang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), yang bertajuk "Hilirisasi Riset Terak Pengelasan Dalam Peningkatan Kualitas Jalan Tanah Menjadi Beton Sebagai Aksessibiltas Pemukiman Warga dan Akses Kampus PNJ-UI"
Dalam Pengabdian Masyarakat Ketua Rw 09 yang masuk dalam lingkungan Rt 03 turut memberikan pernyataan nya, Ketua Rw 09 Ujang Misbah mengatakan, " Alhamdullilah jalan ini memang menjadi daerah yang sangat strategis untuk pejalan kaki dan sepeda motor yang melalui Rw09 dan Kelurahan Beji Timur, dan dirinya sangat bersyukur dengan adanya Pengabdian Masyarakat mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melalui peningkatan yang rusak dan menjadi yang mulus, "Ujarnya.
Ketua Rw menjelaskan jalan ini menjadi jalan alternatif dan sering memakai jalan ini sebagai lintasan yang memotong lebih singkat, dan jika ternyata macet dan penumpukan jalan ketapang menjadi "Crowded" Dengan adanya jalan ini warga bisa dengan mudah otomatis sangat berguna dan bermanfaat sekali, " Imbuh Ujang.
"Melalui jalan baru ini mahasiswa sangat mudah kalau untuk ke Universitas Indonesia atau PNJ dan dekat lewat sini".
"Kami warga sangat apresiasi dengan pembuatan jalan ini berkolaborasi dan kami memberikan tenaga dari para warga yang dengan bergotong royong dan peran warga memberikan komsusmsi dalam berkontribusi kerjasamanya dalam pembuatan jalan ini, " Katanya.
"Dirinya juga memberikan edukasi terkait menjaga dan merawat jalan yang nantinya bisa digunakan untuk selalu dijaga dan saya menyarankan untuk di rawat menyiram air agar tak retak dan selanjutnya membuat saluran airnya dan kapasitas kendaraan yang lewat juga akan dibatasi untuk menjaga agar selalu awet agar tak rusak".
Dengan adanya jalan ini harapannya makin banyak pengabdian masyarakat dari PNJ atau dari lembaga lainnya untuk meningkatakan partisipasi masyarakat karena banyak sekali yang kita perlukan peningkatan jalan, pengolahan sampah, ketahanan pangan dan pertanian hidrophonik sangat mengharapkan sekali dari lembaga-lembaga pendidikan, "Tukas Ujang.
"Secara mendalam bahwa makna nya bahwa lembaga pendidikan itu secara teoritis dan secara keilmuan sangat mempuni sehingga ilmu bisa di distribusikan secara masyarakat bisa merasakan manfaatnya dengan adanya Tri Dharma Perguruan Tinggi itu, "
Menurut Yelvi pengerjaan jalan ini merupakan lanjutan yang sama pada tahun 2024 yang bentuk aplikasinya sama dari projek yang lama melalui pemanfaatan limbah pengelasan yang kami terapkan kepada masyarakat, " Ucapnya.
Dari panjangnya di kerjakan yaitu 120 meter sesuai dengan anggaran kami, "Namun untuk penambahan nya kami di sponsori dari ADHIMIX RMC Indonesia dan PT. Wasaka Tomo Engineering
Kerjasama ini juga di jembatani komunikasi oleh Prodi Teknik Sipil Tim PKM dengan ADHIMIX yang sudah terjalin selama ini, untuk keseluruhan jalan ini sepanjang 133 meter dengan kontur jalan yang menurun dan tingkat kedalaman yang berbeda-beda, oleh sebab itu kami timbun dengan batu-batuan split dan batu besar, " Ungkapnya.
"Warga disini juga sangat antusias untuk membantu dan bergotong -royong dalam membantu kami dalam PKM ini, dam tak diduga juga warganya ternyata mau berkolaborasi sejak pagi mereka sudah berkumpul dan bekerja sama melakukan untuk menggotong adukan ember semen dan lainnya secara estafet yang dikarenakan mobil molen sulit untuk dilewati dan kami dibantukan mobil pick up, " Jelasnya.
"Mahasiswa yang hadir berjumlah 20 orang dengan prodi program studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan (D4) dan Program Studi Konstruksi Sipil (D3)"
Untuk selanjutnya jalan ini hanya boleh di lalui oleh kendaraan-kendaraan roda 2 dan kami tidak mengijinkan untuk mobil tidak masuk ke jalan ini, karena hanya di perbolehkan pejalan kaki, sepeda dan motor, " Tukas Ibu Dosen yang mudah senyum ini.
"Kemudian bahwa 7 hari kedepan itu kita mengkontrol beton dan menyiram-nyiram agar tak menjadi retak-retak dan dapat menjaga agar tak rusak, "
Harapan kedepannya apa yang dikatakan Pak Rw akan ada pengelolaan sampah dan membuat gazebo serta membangun posyandu, apa yang dikatakan Pak Rw juga target jalan ini harus diselasaikan hari ini juga, " Pungkasnya.\
@Sonny/Tajuknews.com/tjk/07/2026.
#PengabdianMasyarakat #PNJ #PoliteknikNegeriJakarta #TriDharmaPerguruanTinggi


.jpeg)



