|

Direktur KTN Ajukan Permohonan Pailit PT Nexcom Indonesia

Direktur PT Karya Telindo Nusantara (PT KTN) R.Azhari SH.MH. (Foto Sonny/Trionenews)

Laporan : Sonny Eko Kusetiawan (Trionenews.com/Jakarta)

Trionenews.com, Jakarta - Direktur PT Karya Telindo Nusantara (PT KTN) R. Azhari SH, MH, yang juga seorang Advokat dengan KTA Peradi No 02.10615 dengan masa berlaku sampai 31-12-2018, telah melampirkan SK Pengangkatan dan BA Sumpah dengan alamat perseroan tersebut telah mengajukan Permohonan pernyataan pailit kepada PT Nexcom Indonesia yang dalam hal ini di wakili oleh Direktur Utamanya Djoko Nirmala Labbaika.

Permohonan pailit di tunjukan Azhari di Jakarta, Jumat (23/02/2018) melalui hasil audit laporan keuangan Kantor Akuntan Publik (KAP) Krisnawan, Busroni, Achsin dan Alamsyah (KBAA) berjumlah sebesar Rp 1.919.488.031,- (satu milyar sembilan ratus sembilanbelas juta empatratus delapan ribu tigapuluh satu rupiah) (bukti p-1).
"PT KTN selaku Pemohon dengan segala kerendahan hati, meminta kepada Pengadilan Niaga Jakarta berkenan, menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya, serta menyatakan Termohon berada dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya.

Azhari meminta PT Nexcom Indonesia pailit agar para kurator dapat segera mengatur pembayaran hutang-hutang kepada para kreditor, "termasuk kepada kami," ujar Azhari.

Diketahui dalam laporan audit mulai tahun 2011 hingga tahun 2015, bahwa Pemohon menjadi semakin khawatir terhadap Termohon tidak dapat lagi membayar bunga pinjaman bahkan tidak mampu mengembalikan Piutang Pokok Pemohon karena berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2015, yang mengharuskan seluruh penyelenggara usaha radio trunking termasuk Termohon melakukan imigrasi (alih teknologi) dari sistem analog ke sistem digital selambat-lambatnya menurut pasal 17 adalah hingga tanggal 31 Desember 2017 (bukti p-5). (Sonny/Trionenews.com)
Komentar

Berita Terkini