|

Cegah Wabah Covid-19 , "Satrio Wibowo Kenalkan Produknya Selenium Water Ke Berbagai Negara"

Founder "Energy Kita Foundation" Satrio Wibowo membuat produk hasil inovasi berbentuk Selenium Water. Produk minuman yang sedang diuji di Laboratorium kemenkes tersebut diklaim dapat meningkat imunitas tubuh sehingga tubuh tidak mudah terpapar virus, termasuk virus corona.

TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Coronavirus Disease tahun 2019 atau Covid-19 semakin mewabah di seluruh dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) per 11 April 2020, sebanyak 1.569.504 orang dinyatakan postif Covid-19. Selanjutnya, sebanyak 95.269 orang dinyatakan meninggal dunia.
Virus ini telah menjangkiti 213 negara di seluruh dunia. Khusus di Indonesia, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 11 April 2020, sebanyak 3.842 orang dinyatakan positif terkena Covid-19. Selanjutnya, sebanyak 327 orang dinyatakan meninggal dunia akibat virus yang pertama kali menyerang wilayah Wuhan, China tersebut.
Kabar baiknya, terdapat 286 orang yang dinyatakan sembuh dari virus ini. Melihat perkembangan virus yang semakin menyebar secara global ini, setiap negara memiliki pilihan kebijakan penanganannya masing-masing, termasuk dalam hal penggunaan obat yang digunakan untuk penyembuhan pasien Covid-19.
Sosiopreneur muda Indonesia, Satrio Wibowo, pendiri “Energy Kita Foundation”, yang memperkenalkan Selenium Water satu-satunya di dunia berbahan sumber air alami hasil inovasi tim medisnya yang didukung Prof Dr Siti Fadila Supari, mantan Menteri Kesehatan (2004-2009) –sukses menangani flu burung di Indonesia–untuk melawan virus Corona. Kini, selenium water ini dibagikan secara gratis di masyarakat. Satrio Wibowo, yang Bendahara Umum DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara)-nya Proklamator Ir Soekarno mencoba membandingkan dengan penggunaan obat di berbagai dunia dalam menangani virus pandemi global ini.
Berikut ini ulasan tentang obat yang digunakan oleh beberapa negara.
CHINA
Sebagai negara yang pertama kali diserang oleh virus Covid-19, otoritas kesehatan China menggunakan beberapa obat kepada pasien Covid-19, seperti 1) Avigan, Chloroquine Phosphate, 2) Remdesivir, 3) Carrimycin, 4) Terapi plasma darah, 5) Hingga menggunakan metode pengobatan tradisional, akupuntur dan seni bela diri tai chi.
KOREA SELATAN
Korea Selatan ini merupakan salah satu negara yang berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 dan menjadi rujukan dalam penanganan Covid-19. Berbeda dengan China yang mengandalkan Avigan dan Chloroquine sebagai obat yang digunakan untuk pasien Covid-19, Korea Selatan lebih memilih Remdesivir. Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan mengatakan, telah memutuskan untuk tidak mengimpor Avigan setelah tim ahli penyakit menular di sini memutuskan tidak ada cukup data klinis untuk membuktikan kemanjuran obat tersebut, seperti dikutip dari kantor berita Yonhap, Jumat (20/3/2020).
Selain menggunakan Remdesivir, Korea Selatan juga menggunakan obat Lopinavir dan Ritonavir atau yang biasa dijual dengan nama Kaletra. Tidak hanya menggunakan obat, otoritas kesehatan Korea Selatan juga mengijinkan untuk dilakukannya terapi plasma darah.
Para peneliti di Korea;
1) https://www.kompas.com/global/read/2020/03/18/204333070/china-obat-flu-jepang-avigan-efektif-obati-viruscorona?page=all
2) https://tirto.id/apakah-tamiflu-efektif-untuk-obati-pasien-corona-covid-19-eKEc
3) https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200409123250-255-492007/mengenal-obat-carrimycin-yangdigunakan-china-untuk-covid-19
4) https://mediaindonesia.com/read/detail/297480-menjinakkan-covid-19-dengan-plasma
5) https://internasional.kontan.co.id/news/china-bongkar-rahasia-keberhasilan-dalam-memerangi-virus-corona-inidia?page=all
6) https://www.liputan6.com/global/read/4207550/korea-selatan-pilih-remdesivir-sebagai-obat-corona-covid-19 Selatan, pada Selasa (7/4/2020),
Mereka menyampaikan, bahwa dua pasien lanjut usia yang mengidap penyakit Covid-19 akibat virus korona baru (SARS-CoV-2) di Korea Selatan, akhirnya pulih dari pneumonia berat setelah menjalani terapi plasma dari para penyintas.
JEPANG
Mengutip kantor berita NHK Jepang, para peneliti Jepang berencana untuk memulai uji klinis penggunaan obat Remdesivir yang dirancang untuk mengobati pasien Ebola ke pasien yang menderita pneumonia, akibat virus korona baru.
Ketua Pusat Nasional untuk Kesehatan dan Obat-obatan, Norio Omagari mengumumkan rencana ini pada Senin (23/03/2020). Pusat ini akan memulai uji klinis secepatnya sebelum akhir bulan ini. Para peneliti akan bekerja bersama institusi-institusi medis di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Singapura dengan melibatkan 440 pasien. Para peneliti akan menggunakan remdesivir, obat antivirus untuk mengobati Ebola, yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan AS.
AMERIKA SERIKAT
Amerika serikat merupakan negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia. Berdasarkan data WHO per 11 April 2020, jumlah kasus positif di Amerika Serikat sebanyak 461.275 kasus. Untuk menangani pandemi ini, Pemerintah Amerika Serikat menggunakan beberapa obat seperti Hydroxycloroquine, *9 Cloroquine, Azithromycin*9 dan terapi plasma darah.*10
PRANCIS
Otoritas kesehatan Prancis memilih menggunakan chloroquine, setelah sebelumnya terdapat kekhawatiran bahwa obat tersebut memiliki efek samping yang sangat keras bagi ibu hamil. Namun demikian, Pemerintah Prancis melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap penggunaan obat tersebut kepada pasien Covid-19.*11
Selain itu, Prancis juga menggunakan Plaquenil. Plaquenil diyakini dapat digunakan berdasarkan penggunaan chloroquine, obat yang biasanya digunakan untuk mengobati malaria. *12
Lantas bagaimana dengan Indonesia?
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memesan jutaan obat yang disebut ampuh untuk mengatasi virus corona, yaitu Avigan dan Chloroquine ke Indonesia (20/3)13. Selain itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan saat ini, pemerintah menggunakan obat tamiflu sebagai regimen pengobatan pasien virus Corona Covid-19.
Penggunaan tamiflu dilakukan karena hingga saat ini, belum ada obat khusus maupun vaksin yang spesifik bekejar untuk mengatasi virus Corona Covid-19. *14
7) https://bebas.kompas.id/baca/internasional/2020/04/07/terapi-plasma-pulihkan-dua-pasien-lansia-di-korsel/
8) https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/id/news/227381/
9) https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200322012646-134-485694/trump-kembali-klaim-kombinasiobat-yang-ampuh-basmi-covid-19
10) https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200326130550-199-487055/daftar-obat-yang-diuji-gunasembuhkan-pasien-covid-19
11) https://www.cnbcindonesia.com/news/20200324071910-4-147100/prancis-izinkan-obat-chloroquine-padakasus-berat-covid-19
12) https://bekasi.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-12353381/ilmuwan-prancis-klaim-obat-plaquenil-efektifmelawan-virus-corona
13) https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200320152712-20-485379/lawan-corona-jokowi-borong-5-jutaavigan-dan-chloroquine?
14) https://www.suara.com/health/2020/04/03/062000/mengenal-tamiflu-obat-yang-digunakan-menkes-terawanuntuk-atasi-corona
SELENIUM “SATRIO WIBOWO”
Selenium adalah nutrisi penting bagi manusia, yang berperan penting dalam reproduksi, metabolisme hormon tiroid, dan perlindungan dari infeksi.
Di Indonesia, dalam upayanya melakukan pencegahan Covid-19, “Energy Kita Foundation” membuat produk hasil inovasi berbentuk selenium water. Produk minuman yang sedang diuji di Laboratorium kemenkes tersebut diklaim dapat meningkat imunitas tubuh sehingga tubuh tidak mudah terpapar virus, termasuk virus corona.
Tabel Penggunaan Obat di Pelbagai Negara Dalam Penanganan Covid-19 No Negara
No. Negara Obat Bahan
1. China Favipiravir /Avigan (Bahan Kimia),
Carrimycin (Bahan Kimia),
Pengobatan tradisional,
Tiongkok (traditional,
chinese medicine/TCM) (Bahan Herbal),
Chloroquine Phosphate (Bahan Kimia),
Remdesivir (Bahan Kimia),
Terapi plasma darah (Darah).
2. Korea Sel Remdesivir (Bahan Kimia),
Lopinavir dan ritonavir (Bahan Kimia),
Terapi plasma darah (Darah).
3. Jepang Remdesivir (Bahan Kimia),
4. Amerika
Serikat 
Hydroxycloroquine
dan Cloroquine (Bahan Kimia),
Azithromycin (Bahan Kimia),
Terapi plasma darah (Darah),
5. Prancis Chloroquine Phosphate (Bahan Kimia),
Plaquenil (Bahan Kimia)
6. Indonesia Favipiravir (Avigan) (Bahan Kimia),
Chloroquine (Bahan Kimia),
Tamiflu (Bahan Kimia),
“Energi Kita
Foundation” 
Selenium Water (Mineral)
*15 https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/selenium-mineral-yang-dibutuhkan/
*16 https://www.beritasatu.com/kesehatan/618393-tak-perlu-tunggu-bill-gates-pengusaha-muda-ini-usulkan-caraatasi-covid19-di-indonesia.
Sonny/Tajuknews.com/tjk@/April/2020.
Komentar

Berita Terkini