|

Konsorsium Nasional PT EKI Rangkul UMKM Produksi Jutaan APD



TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Pemerintah menunjuk Konsorsium nasional produsen alat pelindung diri (APD) yang tergabung dalam PT Energi Kita Indonesia (EKI), menggandeng sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memproduksi APD. Dalam sehari, mereka mampu membuat 3 juta APD. Perusahaan gabungan tersebut, bahkan mengaku memiliki cadangan bahan baku produksi untuk 120 juta APD.
Direktur Utama PT EKI, Satrio Wibowo menuturkan, perusahaan konsorsium yang memiliki sejumlah pabrik di Tangerang, Banten dan Sukabumi Jawa Barat.
"Per hari ini kita sudah mempunyai ready stock sebanyak 3 Juta APD, dengan kualitas bahan Korea terbaik. Tanpa wanprestasi. Kalau bahan baku yang kita miliki mampu memproduksi 120 juta set APD sesuai standar WHO. Sektor UMKM lokal kita libatkan dalam produksi ini," kata Satrio Wibowo saat meninjau salah satu pabrik produksi APD di kawasan Daan Mogot, Kota Tangerang, Senin (8/6).
Menurut dia, dalam pedoman acuan standar Alat Pelindung Diri (APD) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, terkait standar penggunaan bagi tenaga medis dan standar pembuatan bagi industri.
Pedoman itu dikeluarkan sebagai acuan bagi banyak pihak terkait, agar di kemudian hari tidak ada lagi kejadian memilukan, karena kekeliruan penggunaan APD bagi tenaga medis maupun produksi APD industri yang belum mengikuti standar yang ditetapkan yang menyebabkan penularan bagi tenaga medis yang menggunakan.
"Berdasarkan informasi yang berkembang, rupanya salah satu faktor penularan itu disebabkan penggunaan APD yang tidak tepat, serta belum memenuhi standar sebagai sarana pelindung diri bagi tenaga medis. Maka konsen kami adalah bagaimana mendukung para tenaga medis, pemerintah dalam menyiapkan APD yang sesuai standar internasional," tegas Satrio.
Konsorsium PT EKI sebelumnya ditunjuk sebagai Pelaksana tugas pengadaan APD oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal itu tertuang pada SPK bernomor : KK.02.01/1/460/2020 tertanggal 28 Maret 2020.
Proyek pesanan APD oleh Kemenkes RI ini mencapai 5 juta set APD, dengan keterangan 3 juta set APD telah dikirim.
"Berdasarkan data Kemenkes, kebutuhan APD di Tanah Air diperkirakan mencapai 8 juta set APD, maka komitmen kami memberikan hasil produksi terbaik berdasarkan standar kegunaannya," Ujarnya.
Selain itu, dalam mendukung teknologi yang digunakan, konsorsium PT EKI bekerja sama dengan PT Braga Teknologi Nusantara (BTN) dengan meluncurkan aplikasi Indonesia Bertahan (Intan).
Aplikasi tersebut, kata Satrio dibuat untuk informasi seputar Covid-19 dan juga Informasi terkait alat kesehatan, aplikasi ini diluncurkan pada bulan Maret 220.
"Jadi dengan aplikasi ini, kita mengedukasi masyarakat agar bisa bertahan di masa Covid-19. Ada 2 hal di dalamnya, yakni melawan kondisi kesehatan itu dan menyelamatkan dampak secara ekonomi. Jadi melalui aplikasi itu kita bisa monitoring daerah mama saja yang kebutuhan APD nya tinggi, bisa dilihat juga dari kasus Covid-nya," ungkap Direktur PT BTN sekaligus juga menjabat Tim Teknologi PT EKI, Dirga Sumantri.
©Sonny/Tajuknews.com/tjk/06/2020.



Komentar

Berita Terkini