|

Wardani Sihotang, SH, MH , " Keinginan Terjun ke Dunia Politik Terus Pembayangi "

Pengacara handal Wardani Sihotang, SH, MH dalam Press Conference bersama media di Cibinong, Bogor, 08/Maret/2021. mengawali sebagai seorang pengacara sebelumnya saya tidak ada cita-cita sebagai Pengacara tidak ada terpikir menjadi seorang Pengacara. ©Sonny/Tajuknews.com/tjk/Maret/2021.


TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Profesi seorang pengacara sangat vital dalam pekerjaannya, memberikan konsultasi hukum kepada kliennya untuk memperjuangkan pembelaan terhadap kasus yang ditanganinya. Adapun kasus besar ataupun kecil mempunyai track record tersendiri dalam sebuah pekerjaan untuk mencapai tujuan keadilan.

"Sebuah proses yang  berkaitan dengan sejarah Pengacara Wardani Sihotang, SH, MH mengawali sebagai seorang pengacara sebelumnya saya tidak ada cita-cita sebagai Pengacara tidak ada terpikir menjadi seorang Pengacara, " Tetapi terkadang dalam hidup kita ini tidak akan ada yang tahu, " Cetus Pengacara asal Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, "dalam bincang bersama Media, di Cibinong- Bogor,08/Maret/2021.


" Anak asli asal Kecamatan Sumbul kecamatan Sumbul des kemudian SMP di desa dan sma-nya di kota sidikalang kabupaten Dairi setelah itu setelah lulus SMA bekerja sebentar di dalam bekerja itu kita berpikir bahwa kalau kita tidak sekolah kalau kita tidak melihat bahwa kehidupan kita akan seperti itu aja akhirnya saya melanjutkan  dan mengambil jurusan Fakultas Hukum di Universitas Pamulang Tangerang Selatan dan setelah itu 5 tahun kemudian saya melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, " Tukas Dani.

"Setelah S1 sebelum wisuda saya sudah di terima di kantor pengacara salah satu kantor terkenal juga yaitu kantor pengacara awal perjalanan karir saya sebagai dimulai dari situ selama bekerja di kantor pengacara simulator simulator yang menjadi tahun 2012 kemudian saya sudah menangani perkara kasus wisma atlet Jakabaring," Ujarnya.

"Pengacara ini kan independen ya harus mandiri buka kantor kantor yang ada di mana saat itu dalam beberapa warga masyarakat yang ada masalah saya tangani dalam pembangunan benua atau mempunyai masalah tidak dibayar saat saya tangani selesai dengan dibayarnya warga  yang rumahnya".


"Menurut saya secara umum hukum di masyarakat Indonesia itu bisa dibilang masih tergolong rendah secara umum mungkin yang mengerti hukum itu adalah ya mungkin yang berpendidikan tinggi atau yang bergerak di bidang hukum kalau kita lihat persentase sarjana hukum di Indonesia masih sangat rendah dari persentase masyarakat Indonesia yang lulus sarjana hukum itu termasuk juga sarjana-sarjana yang lain gitu atau yang itu masih sangat rendah oleh karena itu tidak heran kalau memang ada masyarakat masyarakat yang tidak mendapatkan hak hukumnya di satu sisi proses hukum yang ada di Indonesia ini belum dijalankan sesuai dengan undang-undang yang berlaku masih banyak itu terbukti dari banyaknya pelanggaran-pelanggaran untuk memberikan dalam proses hukum itu juga masih banyak kelemahannya, Tutur Dani. 

"Apakah memang masyarakat itu tidak mengetahui undang-undangnya atau mental atau perilaku penegak hukum kita itu masih kurang atau tidak sesuai dengan undang-undang itu sendiri atau atau tidak sesuai dengan undang-undang yang ada masalah yang ada di kita sebenarnya contoh masih banyak undang-undang atau peraturan yang bertentangan satu dengan yang lain yang kedua masih banyak peraturan yang bertentangan antara undang-undang yang paling tinggi dengan undang-undang yang paling rendah yang ketiga hukum kita itu masih masih kurang yang mudah mudah dipengaruhi oleh tertentu atau masih muda menerima suap itu yang saya lihat sehingga ada proses proses hukum itu yang dianggap kurang atau ada juga misalnya utusan-utusan yang satu berbeda hasilnya dengan yang lain padahal statusnya sama pasalnya sama itu yang saya lihat yang saya perhatikan itu pendapat saya mengenai sampai saat ini mengenai tajam kebawah tumpul keatas".



"Bagi saya sebagai seorang advokat itu memang dalam undang-undang itu tidak boleh membedakan masyarakat yang membutuhkan bantuan itu kita tidak bisa membedakan masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum berdasarkan kemampuan ekonomi atau politik itu semuanya kita akan selama itu menurut kita harus kita tangani atau kurang mampu kita tidak melanggar kalau itu karena dia tidak punya kemampuan ekonomi sehingga kita  tidak tahu sebenarnya dan banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum  


Pendidikan menurut orang tua mungkin yang paling yang berharga," bagaimana supaya anak bisa sekolah tinggi kalau saya sendiri bagaimana ibu itu kan anak-anaknya ia tidak berusaha dengan berbagai cara supaya anak pendidikan yang lebih tinggi supaya kehidupannya bisa lebih baik dari saya, "Imbuh Dani.

" Pengacara yang memiliki istri satu dan anak satu dan puji tuhan anak saya sekolah di sekolah internasional pelita harapan yang ada di Sentul sekarang berumur 5 tahun dan sudah ke sekolah internasional di sekolah pelita harapan Sentul Babakan Madang".

" Saya masuk organisasi advokat kongres advokat Indonesia nama saya besar di situ saya menjadi pengacara Didik Dandi ganteng jadi pengacara di organisasi Indonesia".

Ada akan keinginan terjun ke dunia politik karena apa bagaimanapun politik itu diibaratkan mata uang mata 2 sehingga politik dan hukum itu susah dipisahkan hukum itu adalah produk politik dan politik itu harus didasarkan berdasarkan berdasarkan hukum saya tentu punya punya keinginan itu bisa ke sana yah, " Pungkasnya.

©Sonny/Tajuknes.com/tjk/Maret/2021.


Komentar

Berita Terkini