|

Mbah Erwan Pencinta Unggas, " Menjaga Ayam Kate Sebagai Kearifan Lokal Indonesia "

Si Mbah Irwan atau Erwan Dwi Cahyo pencinta unggas yang intent dalam mengelola peternakannya sebagai nilai ekonomi dalam pengembangan hobi yang cinta satwa unggas unik saat dihubungi di Jakarta, 19/09/2021.   Mbah irwan sejak balita sudah menyukai hewan atau satwa seperti Kelinci, Ikan, Bebek, Burung dan Ayam. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/09/2021.


TAJUKNEWS.COM, Jakarta. -  Kearifan lokal Indonesia didalamnya sangat luas dan banyak di kembangkan untuk tetap dilestarikan khususnya bagi pencinta unggas yang saat ini perkembangan sudah memberikan pundi nilai ekonomi, juga mengembang biakan satwa unggas khususnya ayam hias.

Inilah yang dijadikan skala bisnis bagi pencinta unggas, Erwan Dwi Cahyo yang biasa dipanggil Mbah irwan sejak balita sudah menyukai hewan atau satwa seperti Kelinci, Ikan, Bebek, Burung dan Ayam.



" Menurutnya Hobi itu sudah digariskan pada dirinya memelihara hewan yang cantik dan lucu dan pada saat berumur 10 tahun, sekitar tahun 80-an awal mula menyukai ayam Kate dan pertama kalinya memelihara yang dibeli dari Jogja, " Dengan kaki pendek ceper yang diukur dengan ruas jari tengah lalu ditekuk, Erwan mengakui sangat sulit mencari ayam ceper di Jakarta kala itu, hanya Jogja lah tempatnya, " Ujar Mbah Erwan.

Saya menyukai ayam Kate ini dari keunikannya dengan body yang bulat, kecil pendek dan ekor menjulang keatas  samapi melebihi kepala dan apalagi kalau jalan bikin orang ketawa," Tukas Erwan.


Si Mbah Irwan atau Erwan Dwi Cahyo pencinta unggas yang intent dalam mengelola peternakannya sebagai nilai ekonomi dalam pengembangan hobi yang cinta satwa unggas unik saat dihubungi di Jakarta, 19/09/2021.   Mbah irwan sejak balita sudah menyukai hewan atau satwa seperti Kelinci, Ikan, Bebek, Burung dan Ayam. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/09/2021. Dok Foto " Irwan


" Mulai ternak tentang ayam kate sekitar thn 1995 pas saat kuliah dijogja kebetulan saya ambil jurusan fakultas peternakan, Kampus Mercu Buana Yogjakarta.

Pada awalnya cuman iseng tetapi ternyata dari anakan tersebut bisa untuk tambah-tambah uang makan dan beli peralatan sekolah, " Katanya.


"Dan mulai lah dirinya coba buat kate batik yang berasal dari kate italia degan kate ceper warna hitam dalam 2 kali prode breding hasilnya ada yang memuaskan bentuknya dan unik," Imbuh Erwan. 

Nah ini setelah saya dijakarta pada tahun 2003 saya pun masih piara ayam kate  sampai pada akhirnya saya kerja.

" Selanjutnya pada tahun 2012  kembali lagi piara  dan mulai ikut grup coba-coba cari digrup Media sosial  (Facebook) ternyata ada KAKI komunitas ayam kate indonesia dan PKJM, ini saya mulai aktip di tahun 2018 , dari situlah saya mulai lagi semangat untuk mengembangkan ayam kate yg ceper-ceper dan ayam ekor mekar, "Kilah Mbah Erwan dengan penuh semangat.


Salah satu ayam koleksi nya yang sangat menawa, Dok Foto : Mbah Erwan


" Pada intinya menurut saya biar ayam itu berkualitas maka kita harus memiliki indukan yang berkualitas ini pengalaman yang dilalui dalam mengelola unggas ceper yang saat ini sedang Viral, " Ungkap Erwan.

Dan harus bersabar bila ada materi yang mau diambil warnanya karena semua butuh proses panjang tuk mendapatkan apa yang kita inginkan, " Tuturnya.


" Saat ini banyak orang yang baru mengenal ayam kate dan merasa dikecilkan dibully padahal sebenarnya itu pembelajaran, " Karena tulisan tidak sama dengan lisan kata-katanya.

Lingkungan sekitar belum ada komunitas yang terdekat sehingga mereka ingin membentuk  komunitas ayam kate biar ramai dan  mengenali jenis ayam kate kepada masyarakat disekitarnya sebagai edukasi bagi anak-anak untuk mengenalnya sebagai unggas yang unik

Harapan kedepan saya ingin memberikan saran dan pendapat jangan  mementingkan egoisme dan menunjukan kehebatan masing-masing padahal kalau dipahami semuanya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, Nah yang ketiga ini yang bahaya, " Pungkas Erwan si Mbah Priuk.

@Sonny/Tajuknews.com/tjk/09/2021.

Komentar

Berita Terkini