|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
KONTES NASIONAL "KEINDAHAN AYAM KATE INDONESIA"

Pabrik AQUA Ciherang Bantu Warga Desa Tak Lagi Kekurangan Air Bersih

Pihak Pabrik AQUA menyetujui program yang diusulkan warga dalam bentuk Sarana Air Bersih (SAB),  Warga yang tinggal di Kampung Penganduan Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  pernah kekurangan air bersih pada tahun 2012 lalu. Jakarta, 01/09/2023. Setelah jalur sudah beres, baru masyarakat dikumpulkan untuk memilih atau membuat panitia untuk mengelola sendiri sumber airnya. Alhamdulillah, kata Asep, hingga kini Desa Ciherang tidak pernah mengalami kekurangan air bersih lagi. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/09/2023.


TAJUKNEWS.COM/ Jakarta. - Warga yang tinggal di Kampung Penganduan Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  pernah kekurangan air bersih pada tahun 2012 lalu. Hal itu disebabkan adanya alih guna lahan serta penebangan pepohonan di desa ini.


“Dari sebelum pabrik AQUA berdiri saja sudah terjadi kekeringan di desa kami. Hal tu disebabkan banyak pepohonan yang ditebang dan dibikin rumah serta vila-vila di dataran kami,” ujar Acep Nur Fitriana, warga yang juga Ketua Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) Desa Ciherang baru-baru ini. 


Dia menuturkan sebelum ada pembangunan rumah-rumah baru dan vila-vila di desanya, masyarakat masih bisa mengakses air bersih meskipun agak jauh jaraknya. Warga masih bisa menikmati air bersih meskipun masuk musim kemarau. Tapi, lanjutnya,  pada sekitar tahun 2012,  banyak warga yang menjual tanahnya ke pihak lain yang kemudian digunakan untuk membangun rumah-rumah besar dan vila. “Akibatnya, akses pengambilan air bersihnya jadi tertutup. Warga pun mulai merasa resah dengan kondisi tersebut,” tukasnya. 


Kemudian, pabrik AQUA berdiri sekitar satu kilometer dari Desa Ciherang. Waktu itu, kata Asep, dia bersama warga lainnya pun mencoba mengajukan program kolaborasi bersama AQUA. “Yang kami ajukan  hanya program saja bahwa kami punya gagasan ingin ada satu sumber air bersih di desa kami dan kami sama sekali tidak meminta anggaran,” ucapnya.


Gayung Pun bersambut. Menurut Asep, pihak AQUA menyetujui program yang diusulkan warga dalam bentuk Sarana Air Bersih (SAB).  Kemudian, pabrik AQUA Ciherang ini bekerjasama dengan pihak ketiga, yaitu Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCI) untuk melakukan pengeboran air. “Mulai dari pengeborannya, reservoirnya, terus sama jalur, semua itu dari AQUA sendiri. Setelah jalur sudah beres, baru masyarakat dikumpulkan untuk memilih atau membuat panitia untuk mengelola sendiri sumber airnya. Alhamdulillah, kata Asep, hingga kini Desa Ciherang tidak pernah mengalami kekurangan air bersih lagi,” ucapnya.

 

Nursin dari YPCII mengutarakan saat ini AQUA bekerjasama dengan YPCII telah membangun sebanyak 14 sarana air bersih yang tersebar di sejumlah titik di Desa Ciherang Pondok dan juga Desa Ciderum. Untuk Desa Ciherang Pondok  sendiri telah dibangun lima titik. Pihaknya pun meminta masyarakat penerima manfaat program bisa turut menjaga serta memelihara fasilitas yang telah diberikan agar bisa digunakan dalam waktu yang cukup lama.


Tidak hanya membantu penyediaan air bersih saja, pabrik AQUA Ciherang juga membantu masyarakat dalam pengembangan UMKM. Adang yang tinggal di Desa Tangkil, mengaku merasakan bantuan yang diberikan AQUA terhadap keluarganya.  Untuk menghidupi ekonomi keluarga, Adang memiliki usaha keripik pisang, singkong, dan talas. Dia mengaku sangat sulit untuk mendapatkan penghasilan karena keripik yang dititipkan di warung-warung susah lakunya. 


Tapi, dengan kehadiran AQUA, dia mulai diberikan pelatihan bagaimana untuk membuat kemasan yang lebih menarik agar keripiknya bisa terjual dengan lebih mahal dan laku.  “Saya diberikan pelatihan untuk membuat produk keripik dengan berbagai rasa dan juga membuat kemasan yang menarik. Dengan adanya varian rasa dan kemasan yang lebih menarik, alhamdulillah penjualan keripik saya meningkat tajam. Harganya juga bisa jauh lebih mahal. Dulu, saya jualnya hanya Rp 3 ribu saja per 75 gramnya, sekarang saya bisa jual Rp 10 ribu per 75 gramnya,” tuturnya.


Dia juga mengatakan AQUA juga membantunya dengan semua peralatan yang mempermudahnya dalam pembuatan keripik. Sebelumnya, dia membuat keripiknya dengan cara manual. “Alhamdulillah, berkat bantuan AQUA, saya bisa memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak bersama istri saya,” ujar Asep yang memiliki enam orang anak ini.


@Sonny/Tajuknews.com/tjk/09/2023.

#PabrikAQUA #KPSPAM

Komentar

Berita Terkini