|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
KONTES NASIONAL "KEINDAHAN AYAM KATE INDONESIA"

Beroperasi Tol Jogja Solo, Hapus Bangjo dan Upayakan Bundaran Besar di Ringroad Utara

Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan DIY mengajukan ke Kementerian PUPR terkait direncanakan akan menghapus lampu bangjo di semua Simpang Empat Ringroad utara. Jakarta, 06/02/2024. Dalam  mengakomodasi Titik Bundaran setiap persimpangan di Ringroad Utara khususnya Simpang 2 UPN, Simpang 4 Condongcatur dan Simpang 4 Monjali. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/02/2024.

TAJUKNEWS.COM/ Yogyakarta. - Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan DIY mengajukan ke Kementerian PUPR terkait direncanakan akan menghapus lampu bangjo di semua Simpang Empat Ringroad utara.

Terkait pembangunan dua bundaran besar di sisi timur dan barat Ringroad Utara Sleman untuk meminimalkan kepadatan lalu lintas ketika tol Jogja-Solo beroperasi.


"Dua bundaran ini  Opsi ini diajukan setelah Dishub DIY melakukan kajian yang hasilnya arus lalu lintas diprediksi akan berlipat-lipat masuk ke Jogja setelah tol beroperasi.

Untuk lokasinya memang dalam kajian kami belum ditentukan. Tetapi untuk perkiraan titik bundaraan itu idealnya berada di sebelah timur Cassa Grande [Maguwoharjo] untuk wilayah timur, untuk barat antara Monjali sampai ke Jombor. 

Tetapi kepastian lokasi itu nanti sangat tergantung dengan hasil kajian PUPR," kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Rizki Budi Utomo Kamis (1/2/2024).'


"Dalam  mengakomodasi Titik Bundaran setiap persimpangan di Ringroad Utara khususnya Simpang 2 UPN, Simpang 4 Condongcatur dan Simpang 4 Monjali. Rizki menyadari penentuan lokasi bundaran besar tersebut harus melalui kajian karena berkaitan dengan pembebasan lahan. Di sisi lain kawasan tersebut sudah sangat padat dengan permukiman.

Adapun untuk spesifikasi bundaran tersebut, kata dia, dari hasil kajian manajemen lalu lintas idealnya empat lajur meski pun saat ini Ringroad tersebut ada tiga lajur untuk satu arah. Penambahan satu lajur pada bundaran untuk mencegah menumpuknya arus lalu lintas.

"Kemungkinan empat lajur, misal ukuran 3,4 x 4 berarti 14 meter, ditambah bundarannya diameter antara 15-25 meter, butuh lahan cukup lumayan untuk area bundaran ini. Sehingga harus dikaji oleh PUPR dulu, kalau itu kemudian visibel lalu dilanjutkan dengan DED dan pembebasan lahan," katanya.

Hasil kajian Dishub DIY terkait dampak operasional tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen, diprediksi arus lalu lintas akan terjadi berlipat dari kondisi saat ini belum beroperasinya tol. Adapun prediksi titik terparah arus tersebut akan menumpuk di Ringroad Utara.

"Beban lalu lintas itu kemungkinan besar semuanya akan masuk ke Ringroad karena lokasi on dan off tol Jogja-Solo ini nantinya berada di Ringroad. Kondisi saat ini saja Ringroad sudah sangat crowded, apalagi nanti ketika ketambahan arus dari tol," katanya, Kamis (1/2/2024).

Sebagaimana diketahui tol Jogja-Solo di Ringroad Utara atau ruas Maguwoharjo-Trihanggo, setidaknya ada empat akses keluar masuk. Terdiri atas, pertama on/off ramp di kawasan Maguwoharjo yang berdasarkan peta tampak titiknya berada di sebelah utara ringroad tepatnya di Kawasan Sanggrahan sebelah barat SMK 1 N Depok atau kawasan Cassa Grande. Kedua, on/off ramp UPN, berdasarkan titik petanya berada di sebelah utara ringroad atau sebelah barat Jalan Nusa Indah. Ketiga on/off ramp Monjali yang berada di sebelah utara ringroad, titiknya kemungkinan berada di tengah antara Jalan Palagan dan Jalan Kaliurang. Keempat on/off ramp Trihanggo yang berada di simpang empat Trihanggo.


Semua arus lalu lintas baik yang dari utara mau ke selatan maupun dari selatan ke utara harus berputar lebih dahulu melewati bundaran tersebut. "Jadi tidak ada lagi crossing [persimpangan lampu bangjo]. Teknisnya, arus lalu lintas dari arah selatan ke utara harus berbelok ke kiri [ke barat] melewati bundaran yang di sebelah barat dan arus dari utara ke selatan juga berbelok ke kiri [ke timur] untuk memutar di bundaran sisi timur," katanya.


Keempat akses keluar masuk dari tol Jogja-Solo tersebut diprediksi akan menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di Ringroad. Oleh karena itu dari hasil kajian tersebut diberikan beberapa opsi yang salah satunya cukup masuk akal untuk dilakukan yaitu dengan membangun dua bundaran besar.

Karena keberadaan bundaran tersebut menjadikan arus lalu lintas sepanjang Ringroad utara tidak perlu lagi ada pemberhentian. Sehingga seluruh persimpangan di sepanjang Ringroad yang terdiri atas Simpang Empat UPN, Gejayan (Condongcatur), Kentungan (Jalan Kaliurang) dan Monjali ditutup dan tidak perlu lagi ada lampu bangjo.


Dengan demikian, kata dia, butuh dua bundaran besar yang lokasinya berada di sisi timur dan barat Ringroad Utara Sleman. Syaratnya bundaran tersebut harus besar yang dapat mengakomodasi arus lalu lintas di semua persimpangan di Ringroad. Meski dilewati arus dari semua persimpangan Ringroad, namun perkiraan teknisnya kendaraan tidak menumpuk di bundaran tersebut karena secara umum arus lalu lintas berjalan, " Pungkasnya. 


@Sonny/Tajuknews.com/tjk/02/2024.

#toljogjasolo #jalantol #bangjo #ringroadutara

Komentar

Berita Terkini