
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 13.09 WIB, cabai merah besar tercatat turun. Kemarin turun menjadi Rp 47.000, harganya kembali anjlok hari ini jadi Rp 45.750 per kilogram. Jakarta, 06/01/2026. Penurunan harga pertama berlangsung pada 2 Januari 2026, dari Rp 38.500 menjadi Rp 38.250. Yang kedua terjadi pada Senin (5/1) dari harga Rp 38.250 menjadi Rp 36.750 sekilo. @Poer/tajuknews.com/tjk/01/2026.
TAJUKNEWS.COM/ Jogjakarta. - Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum dapat bergeser tiap hari. Perubahan harga tersebut mesti diketahui masyarakat luas agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 13.09 WIB, cabai merah besar tercatat turun. Kemarin turun menjadi Rp 47.000, harganya kembali anjlok hari ini jadi Rp 45.750 per kilogram.
Kondisi serupa dialami daging ayam ras segar yang terus merosot. Grafik PIHPS menunjukkan, satu kilogram daging ayam dibanderol Rp 36.250, turun 500 rupiah dibanding kemarin. Ini adalah ketiga kalinya daging ayam turun sejak 2026 dimulai.
Penurunan harga pertama berlangsung pada 2 Januari 2026, dari Rp 38.500 menjadi Rp 38.250. Yang kedua terjadi pada Senin (5/1) dari harga Rp 38.250 menjadi Rp 36.750 sekilo.
Bahan pangan ketiga yang mendapat pembaruan harga hari ini adalah telur ayam ras segar. Angkanya terlihat turun tipis 1,64%, terhitung dari Rp 30.500 menjadi Rp 30.000/kg. Rata-rata telur ayam di tingkat nasional yang datanya diambil dari sejumlah provinsi juga turun, dari Rp 32.700 menjadi Rp 32.600 hari ini.
Di Kota Jogja, harga telur ayam sejak permulaan 2026 sudah berubah 2 kali. Yang pertama adalah penurunan sebesar 250 rupiah pada Senin (5/1). Yang kedua adalah penurunan hari ini.
Perlu diketahui, data PIHPS bersumber dari harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar harga sembako Jogja hari ini 6 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 6 Januari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
Bawang merah ukuran sedang: Rp 43.500/kg
Bawang putih ukuran sedang: Rp 39.500/kg
Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
Cabai merah besar: Turun dari Rp 47.000 menjadi Rp 45.750/kg
Cabai merah keriting: Rp 39.250/kg
Cabai rawit hijau: Rp 69.000/kg
Cabai rawit merah: Rp 50.000/kg
Daging ayam ras segar: Turun dari Rp 36.750 menjadi Rp 36.250/kg
Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
Gula pasir kualitas premium: Rp 18.250/kg
Gula pasir lokal: Rp 17.000/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
Telur ayam ras segar: Turun dari Rp 30.500 menjadi Rp 30.000/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Selasa, 6 Januari 2026. Perlup diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
@Poer/Tajuknews.com/tjk/01/2026.
#Sembako #BankIndonesia #PIPHS