|

Pengusaha Kayu Hasan, " Saya Ingin Rakyat Sejahtera di bidang Ketahanan Pangan"

Hasan seorang pengusaha kayu yang juga Direktur Utama PT. Serayu Makmur Kayuindo saat dikenakan kain ulos kain khas Suku Batak.


TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Di masa Pandemi Covid -19 yang tak berujung kapan akan berakhir meskipun vaksin segera diproduksi massal namun sebuah negara harus kreatif dan menemukan formula yang tepat untuk menghindari krisis ekonomi, sosial dan budaya. Tak Pelak Hasan selaku  Direktur Utama PT Serayu Makmur Kayuindo menyampaikan pandangannya terkait kebijakan Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin dalam kondisi New Normal Pandemi Covid 19 ini.

Menurut Hasan memang dampak Pandemi Covid 19 di Indonesia  cukup besar sekali, terbukti banyaknya Industri yang melakukan PHK.

Namun menurut Hasan sebagai pengusaha yang bergerak di bidang produsen kayu lapis ini, bahwa apa yang telah dilalukan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin , dalam menjalankan beberapa program ekonominya dalam   menghadapi situasi new normal pandemi covid 19.


"Sebenarnya sudah mulai keliatan berjalan bagus, terutama bantuan-bantuan yang diberikannya baik untuk bantuan perpajakan dan bantuan subsidi kepada rakyat. Apalagi dalam statmen yang di sampaikan oleh presiden Jokowi  untuk melakukan transaksi belanja di semua bidang usaha supaya ekonomi berjalan dengan baik. Semisal runtuhnya Industri dengan adanya Pandemi Covid 19 ini dampaknya inikan bukan hanya di Indonesia saja akan tetapi Covid 19 ini di seluruh Dunia," ujar Hasan selaku Dirut PT Serayu Makmur Kayuindo kepada MEDIA-TAJUKNEWS.COM, di Jakarta, Kamis, (03/09/2020). 


Hasan seorang pengusaha kayu yang juga Direktur Utama PT. Serayu Makmur Kayuindo saat dikenakan kain ulos kain khas Suku Batak.
Lebih lanjut Hasan Hasan seorang pengusaha kayu yang juga Direktur Utama PT. Serayu Makmur Kayuindo saat dikenakan kain ulos kain khas Suku Batak. solusi agar dunia usaha di Indonesia ini bisa berjalan kembali semuanya adalah peran penting pemerintah Presiden Jokowi untuk mendongkrak dan membantu pelaku usaha di Indonesia. 

"Caranya melalui pinjaman supaya usaha yang tadinya sempat terhenti bisa dijalankan lagi,"imbuhnya.



Menurut Hasan mereka para pengusaha di sektor  Industri disaat ingin  menjalankan usahanya kembali masih banyak menghadapi berbagai macam persoalan, namun yang terpenting adalah ketahanan pangan dan perkayuan, perihal tersebut sudah  ia sampaikan dari tahun 2000, dikarekan timbul dari keprihatinan negara kita akan menghadapi krisis air dan pangan.


"Kondisi ketahanan pangan saat ini sangat memprihatinkan banyak sekali area di Indonesia yang terlantar dan tidak produktif oleh karena itu harus segera ditangai dengan benar sehingga akan mensejahterakan rakyat. Saya menyarankan kepada pemerintah daerah tentang pertanian dan penanaman pohon,karena informasi-informasi dan kesempatan rakyat Indonesia ini terkadang masih kurang tersentuh." urainya.


Hasan menambahkan kekurangan informasi yang disampaikan pemerintah kepada rakyat kita  bisa menyebabkan negara kita  nanti bisa berdampak terhadap kerawanan pangan maupun   banyaknya pengangguran.

"Program  penanaman pohon  harus kita lakukan dengan cara tumpang sari yaitu tanaman palawija bisa dari sayur-sayuran, cabe, Jagung, padi gogo untuk kesejahteraan rakyat.Namun harus diperhatikan soal menanam untuk tidak bersamaan karena di khawatirkan nantinya panen raya akan terjadi sehingga harganya  yang anjlok," terangnya.


Hasan sempat menyinggung tentang pernyataan pengamat ekonomi disebut 67,5 persen sayur-sayuran kita masih Import
Sebenarnya ini sangat salah besar sekali harusnya pemerintah daerah menyarankan kepada seluruh rakyatnya untuk melakukan penanaman pohon dengan metode tumpang sari agar kita tidak lagi menjadi Importir karena kondisi sekarang sedang menghadapi industri Empat Kosong ( 4. 0) / Haifac ini  kita kalah bersaing.

"Alhamdulillah kita masih diberikan  anugrahkan Tuhan itu, Iklim cuaca yang sangat bagus, tanah yang sangat subur dan area yang sangat luas seharusnya kita melakukan penanaman pohon dengan tumpang sari pangan," ungkapnya.
Lebih lanjut Hasan menegaskan justru seharusnnya negara kita menjadi eksportir terbesar dari perkayuan dan pangan tetapi pangan kita masih tetap ketergantungan impor. 

Maka oleh sebab itu, program inilah yang ia lakukan di desa-desa. Ia barusan saja keluar dari Tapanuli Utara dan beberapa  Kabupaten maupun provinsi di Indonesia untuk mengajak masyarakat untuk menanam pohon dan juga tumpang sari tanaman palawija Ketahanan pangan serta peternakan


"Tujuan saya menyampiakan kepada rakyat di beberapa Kabupaten adalah untuk supaya rakyat bisa lebih sejahtera dibidang ketahanan pangan," imbuhnya

Masih menurut  jangan sekali-sekali kita miliki berpola pikir yang tidak rasional "mau mengambil emas di monas sampai kapanpun tidak tercapai,"  ataupun mengadu nasib di Ibukota Jakarta, karena sekarang ini sudah memasuki jaman Industri Four Point Zero (4 -O ) kamu semakin susah mencari lapangan kerja, karena penyerapan lapangan kerja semakin sedikit.


"Saya sampaikan kepada mereka bahwa ditempat kamu lah yang sebenarnya ada Emas dan Berlian tidak perlu merantau ke Provinsi ataupun ke Ibukota Jakarta serta tidak perlu juga kerja sampai keluar negeri. Justru di tempat kamu lah ada banyak emas dan berlian sehingga kamu akan hidup sejahtera, maju dan sukses,"tegasnya.

Selanjutnya Hasan mengajak seluruh rakyat Indonesia mari kita kerjakan untuk  pertanian dan penanaman pohon karena dengan menanam pohon dengan melakukan tumpang sari tanaman palawija tentunya rakyat akan sejahtera, bisa berkumpul dengan keluarganya, karena dalam kehidupan ini.


"Jangan kita selalu liat keatas sebab ujungnya tidak akan ketemu namun kita liat ke bawah yang susah makin banyak setiap hari makin bertambah. Dengan pekerjaan pertanian dan menanam pohon itu, saya bilang adalah suatu Ibadah yang paling nyata," imbuhnya

Menurutnya bahwa menanam pohon itu bisa meminimalkan terjadinya bencana longsor, bencana angin, sedangkan  manfaatnya menanam pohon  juga dapat menyerap carbon dan menahan pemanasan bumi 


"Karena dengan hasil riset dirinya bahwa  dengan ketinggian pohon 10 meter berdiameter 15 cm  bisa menyimpan 40 liter air per24 jam, " jadi saya bilang ini tentunya ibadah yang paling nyata," pungkasnya.


©Sonny/Tajuknews.com/tjk/09/2020



Komentar

Berita Terkini