|

Temuan Balita Gizi Buruk Mengkonsumsi Susu Kaleng, YAICI Minta Dinkes Turun Tangan

Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat meminta pihak terkait menaruh perhatian terhadap temuan ini, di jakarta, 20/12/2021.penanganan balita Wahyu tidak hanya sebatas pemberian PMT, namun pendampingan keluarga untuk memastikan kecukupan gizi anak-anaknya juga harus dilakukan. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/12/2021.

TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Wahyu Hidayat, balita 5 tahun warga Dusun III Desa Teluk Kecapi, Ogan Ilir, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu ditemukan dalam kondisi gizi buruk. Orang tua Wahyu, Rusmi mengatakan sejak kecil putra kelimanya ini terpaksa diberi susu kental manis, mengingat penghasilan suaminya sebagai kuli bangunan kerap tak menentu. 

"Wahyu sejak kecil sering sakit-sakitan. Kadang sehat kadang sembuh," kata Rusmi, ibunda Wahyu, sebagaimana dikutip dari Tribunnews. 

"Maklum kami tidak mampu untuk beli susu bayi. Jadi beli susu kaleng untuk menghemat biaya," lanjut wanita 39 tahun ini. 

Menyikapi temuan ini, Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat meminta pihak terkait menaruh perhatian terhadap temuan ini. “Kami berharap dinas kesehatan setempat dapat segera melakukan tindakan, pemeriksaan kondisi kesehatan, dan pemberian makanan tambahan bila diperlukan,” jelas Arif saat ditemui dikediamannya Senin (20/12). 

Lebih lanjut Arif mengatakan penanganan balita Wahyu tidak hanya sebatas pemberian PMT, namun pendampingan keluarga untuk memastikan kecukupan gizi anak-anaknya juga harus dilakukan. “Yang harus diputus adalah akarnya, bagaimana agar keluarga ini dapat asupan makanan yang lebih bergizi. Seperti pengakuan orangtuanya bahwa Wahyu telah mengkonsumsi susu kental manis sejak kecil, ini mengkhawatirkan. Memang ada kendala ekonomi, namun bukan berarti jadi pembenaran konsumsi susu kental manis oleh anak. Ini yang harus dipahami masyarakat,” papar Arif. 

Sebelumnya, YAICI telah merilis hasil penelitian terbaru mengenai pola konsumsi susu kental manis oleh keluarga. Penelitian yang dilakukan pada media 2021 ini meneliti konsumsi susu kental manis oleh ibu hamil yang memiliki balita. Hasilnya, 71% ibu mengonsumsi susu kental manis sebagai asupan gizi selama hamil. Sebanyak 60,6% ibu mengkonsumsi SKM sebanyak 3-6 takaran sendok per sajian.

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, mitra YAICI dalam melaksanakan penelitian mengatakan pihaknya akan terus melakukan edukasi gizi khususnya mengenai penggunaan SKM.

“Kami meneliti risiko kejadian stunting, ternyata ada potensi kejadian stunting pada anak yang mengonsumsi susu kental manis. Kami juga melakukan penelitian terhadap konsumsi susu kental manis oleh ibu hamil dengan balita, ternyata hasil penelitian banyak sekali ibu-ibu yang mengatakan dan mengonsumsi susu kental manis ini sebagai susu. Ini bukti bahwa literasi gizi dan konsumsi susu kental manis pada balita ini perlu menjadi concern bersama,” kata Chairunnisa.

@Sonny/Tajkuknews.com/tjk/12/2021.


Komentar

Berita Terkini