|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Selamat idul Fitri 1443H

Penilaian GMPN terhadap Rencana Aksi Mahasiswa di Tanggal 11 April 2022

Gerakan Muda Peduli Nusantara (GMPN) menilai bahwa rencana aksi yang akan dilakukan oleh kelompok mahasiswa tanggal 11 April 2022 bukan murni dari hasil pandangan objektif serta melalui proses kajian akademis yang menjadi ciri khas mahasiswa dalam merumuskan suatu gerakan, di Jakarta, 08/04/2022. Mahasiswa yang awalnya menolak perpanjangan masa jabatan Presiden dan penundaan Pemilu, karena ditunggangi oleh aktor dan by order maka tuntutan mahasiswa pada akhirnya akan mendesak Joko Widodo untuk mundur sebagai Presiden sebelum berakhir masa jabatanya. 



TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Gerakan Muda Peduli Nusantara (GMPN) menilai bahwa rencana aksi yang akan dilakukan oleh kelompok mahasiswa tanggal 11 April 2022 bukan murni dari hasil pandangan objektif serta melalui proses kajian akademis yang menjadi ciri khas mahasiswa dalam merumuskan suatu gerakan, melainkan seperti ada pesanan (by order) dan ada aktor yang menggerakan gerakan mahasiswa tersebut.


“Kami menilai pula terjadi pergerseran pada tuntuan mahasiswa yang awalnya menolak perpanjangan masa jabatan Presiden dan penundaan Pemilu, karena ditunggangi oleh aktor dan by order maka tuntutan mahasiswa pada akhirnya akan mendesak Joko Widodo untuk mundur sebagai Presiden sebelum berakhir masa jabatanya,” demikian yang disampaikan Ketum GMPN, Lendi O. Priyadi, lewat keterangan persnya, di Jakarta, 08/04/2022.                                             


Jelas kata dia ini adalah kenyataan bahwa mahasiswa justru masuk pada orbit kepentingan politik praktis suatu kelompok. Mahasiswa seharusnya, kata dia, berdiri di tengah antara pemerintah dan masyarakat, bujan justru menjadi alat untuk kepentingan-kepentingan politik praktis suatu kelompok.


“Salah satu peran dan fungsi dari mahasiswa adalah sebagai generasi pengganti (iron stok) yang akan menduduki posisi-posisi yang sentral dan strategis di negara ini, baik menjadi politisi, Pegawa Negeri Sipil (PNS), pengusaha, akademisi dan profesi lainnya.”    


Menyadari bahwa peran mahasiswa yang begitu vital dan sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka seharusnya mahasiswa saat ini mampu menginternalisasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penilitian, dan pengabdiaan), yang kemudian terkatualisasi dalam kehidupannya sehari-hari, baik berperan sebagai kaum intelektual maupun sebagai masyarakat di lingkungannya sehingga keberadaanya memiliki dampak bagi masyarakat dan mampu mentranformasi kondisi yang dekaden di masyarakat menjadi kondisi masyarakat yang kreatif dan progresif.


“Sejarah membuktikan bahwa dari periode sebelum dan sesudah indonesia merdeka lanjut pada peralihan zaman dari orde baru hingga reformasi, mahasiswa memiliki peran yang vital di dalamnya. Bahkan menjadi inisitor dan inovator dalam melahirkan Indonesia, baik sebagai sebuah konsep maupun sebagai sebuah realitas.”                                     


Lendi menyebut, bahwa aksi mereka nanti justru nanti akan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadahnya. Belum lagi soal di mana saat ini kita masih dalam kondisi pandemi.


“Hal tersebut sangat disayangkan, mengingat permasalahan bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana memulihkan ekonomi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid—justru dengan gerakan mahasiswa yang sarat akan kepentingan politik praktis itu makin memperkeruh suasana di republik ini.”


“Padahal kita ketahui bersama bahwa Presiden Jokowidalam rapat paripurna kabinet, Selasa 5, April 2022 di istana Negara dengan tegas telah menjelaskan dan bahkan meminta menteri-menterinya untuk menyudahi wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu serta menyerukan pada mentrinya untuk fokus pada permasalahan ekonomi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid.”

@Sonny/Tajuknews.com/tjk/04/2022.

Komentar

Berita Terkini