|

IKLAN BANNER

IKLAN BANNER
AYO INDONESIA BANGKIT, " PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT"

Bulog Tekan Impor Beras , Sesuai Arahan Presiden 1,2 Juta Ton

Petani saat memanen gabah yang akan di giling menjadi padi didaerah Gombong,Jawa Tengah, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau disapa Buwas mengungkapkan meski impor beras menjadi pilihan paling akhir, pihaknya tetap memprioritaskan penyerapan gabah dari dari petani, sekalipun dengan harga yang mahal. Jakarta, 27/11/2022. “Jadi, seandainya kita harus impor, tapi kita juga memperhitungkan, bukan semau maunya ingin dapat jatah impor 500.000 ton, kita datangkan 500.000 ton. Kita melihat nanti produksi dari dalam negeri. Tetap kita memprioritaskan produksi dalam negeri walaupun harganya mahal. @Sonny/Tajuknews.com/tjk/11/2022.

TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) milik Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik atau Perum Bulog diproyeksikan hanya tersedia sekitar 399.550 ton hingga akhir 2022 jika tidak dilakukan penyerapan atau importasi. Sebelumnya, Perum Bulog menyampaikan stok beras saat ini hanya tersedia di level 594.856 ton, kurang setengahnya dari target, yakni minimal 1,2 juta ton. 

Apabila, penyaluran operasi pasar atau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) terus dilakukan untuk menekan inflasi dan bantuan seperti bencana alam, diproyeksikan CBP hanya tersisa di kisaran 399.550 ton pada akhir tahun. 

Sementara itu, berdasarkan data penyaluran KPSH Perum Bulog hingga Oktober 2022, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 821.000 ton. Per September 2022, penyaluran KPSH terbanyak berada di provinsi Sulawesi Selatan (104.891 ton) dan terendah di Bengkulu (2.136 ton). 


Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau disapa Buwas mengungkapkan meski impor beras menjadi pilihan paling akhir, pihaknya tetap memprioritaskan penyerapan gabah dari dari petani, sekalipun dengan harga yang mahal. “Jadi, seandainya kita harus impor, tapi kita juga memperhitungkan, bukan semau maunya ingin dapat jatah impor 500.000 ton, kita datangkan 500.000 ton. Kita melihat nanti produksi dari dalam negeri. Tetap kita memprioritaskan produksi dalam negeri walaupun harganya mahal,” ujar Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (24/11/2022). 

Buwas mengatakan bahwa pihaknya sejatinya tidak ingin melakukan impor. Kondisi riilnya, stok di dalam negeri tidak memungkinkan Perum Bulog untuk menyerap beras dari petani. Dia pun menepis pernyataan bahwa Bulog tidak siap membeli beras petani dengan harga komersil. “Jadi jangan dipelintir-pelintir Bulog tidak mau membeli. Tidak, Pak. 

"Jadi jangan sampai di sini seolah-olah Bulog itu tidak berpihak kepada petani, jusru kita berpihak kepada petani. Itu kita buktikan sudah 4 tahun CBP tidak pernah impor, karena barangnya ada, tetapi hari ini barangnya tidak ada,” ujar Buwas.


Mirisnya, belum 6 bulan Indonesia ditetapkan berhasil swasembada beras dalam 3 tahun terakhir, Indonesia terancam melakukan importasi kembali untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Rencananya, untuk memenuhi pasokan CBP sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di angka 1,2 juta ton, Perum Bulog telah mengamankan 500.000 ton beras di luar negeri yang siap dikirim masuk ke Indonesia bila dibutuhkan.


@Sonny/Tajuknews.com/tjk/11/2022.

Komentar

Berita Terkini