TAJUKNEWS.COM/ Jakarta. - Pencapaian kopi Papua diperoleh oleh Koperasi Produsen Emas Hijau Papua, UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua, melalui penandatanganan 7 Letter of Intent (LoI) dengan total volume 9,8 ton Kopi.
Kopi asal Papua kembali menunjukkan daya saingnya di kancah internasional dengan membukukan transaksi dagang senilai Rp1,6 miliar dalam ajang World of Coffee (WoC) di Jakarta, 23/05/2025.
Pencapaian tahun ini meningkat dibandingkan partisipasi di WoC Copenhagen 2024 yang mencatat transaksi Rp1,45 miliar.
Faturachman, Kepala KPw BI Papua, menyatakan bahwa hal ini membuktikan kopi Papua mampu bersaing di pasar global.
“Ini adalah bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara koperasi, petani, dan Bank Indonesia dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujarnya dalam keterangan pers tertulis.
LoI ditandatangani dengan pembeli dari dalam dan luar negeri, di antaranya:
1. Cairo Coffee Collective (Mesir) – 1 ton (Rp180 juta)
2. United Coffee Brand (Dubai) – 5 ton (Rp900 juta)
3. Soo Coffee Enterprise (Malaysia) – 0,5 ton (Rp80 juta)
4. Bianco Cafe (Bahrain) – 0,1 ton (Rp45 juta)
5. Tiga pembeli lokal Indonesia dengan total 3,2 ton (Rp353 juta).
Kopi yang dipasarkan berasal dari dataran tinggi Papua dengan ketinggian 1.700 mdpl, melalui proses pascapanen terstandar. Cita rasa khas dan budidaya berkelanjutan menjadi nilai jual utama.
“Penggunaan bahan organik dan pelibatan masyarakat adat dalam produksi diapresiasi pembeli global,” jelas Faturachman.
Bank Indonesia berkomitmen memperluas akses pasar UMKM Papua melalui pendampingan pascaevent, peningkatan kapasitas produksi, dan fasilitasi business matching dengan lembaga pembiayaan.
Partisipasi di WoC Jakarta 2025 juga menjadi bagian dari Road to Festival Kopi Papua ke-8, yang akan digelar di Jayapura pada Agustus 2025.
Dengan tren positif ini, kopi Papua semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu komoditas unggulan yang siap bersaing di pasar global.
@Sonny/Tajuknews.com/tjk/05/2025.