|

Satu Dekade PPM Management, " Gelar Kompetisi Kasus Bisnis Antar Negara Asia"


PPM School of Management Gelar Kompetisi Kasus Bisnis Tingkat Asia PPM School of Management (PPM SoM) tahun ini merangkul PT Bank Central Asia, Tbk menggelar  The 10th PPM Regional Business Case Competition (RBCC). di BCA Learning Institute Sentul, Bogor, Indonesia. Satu Dekede PPMSchool of Management PPM RBCC diikuti oleh 64 tim yang berasal dari mahasiswa pascasarjana  se-Asia Pasifik. Dengan mengusung tema “Outsmart Disruption to Stay Relevant in Banking Industry”, peserta diajak menyelesaikan studi kasus yang dibuat secara nyata dari permasalahan yang sedang dihadapi PT Bank Central Asia, Tbk. Sonny/Tajuknews.com/tjk@11/2019/Foto : Kurniawan PPM.



TAJUKNEWS.COM, Jakarta. - Satu Dekade PPM School of Management Gelar Kompetisi Kasus Bisnis Tingkat Asia PPM School of Management (PPM SoM) tahun ini merangkul PT Bank Central Asia, Tbk menggelar  The 10th PPM Regional Business Case Competition (RBCC). Kompetisi kasus bisnis tingkat regional ini sudah rutin digelar setiap tahun sejak 2010.

Tahun ini PPM RBCC diikuti oleh 64 tim yang berasal dari mahasiswa pascasarjana  se-Asia Pasifik. Dengan mengusung tema “Outsmart Disruption to Stay Relevant in Banking Industry”, peserta diajak menyelesaikan studi kasus yang dibuat secara nyata dari permasalahan yang sedang dihadapi PT Bank Central Asia, Tbk.

Dalam perjalanannya, The 10th PPM  RBCC dibagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, ke-64 tim ditantang dengan membuat paper untuk memecahkan kasus yang dibuat tim PPM SoM. Tahap selanjutnya, paper dari 64 tim peserta dinilai dan dipilih menjadi 12 tim terbaik (finalis) dan  diundang masuk sesi debat final (07/11) yang diawali dengan mempresentasikan idenya di hadapan dewan juri dan tim finalis lainnya, dilanjutkan dengan tanya jawab, di BCA Learning Institute Sentul, Bogor, Indonesia.


PPM School of Management Gelar Kompetisi Kasus Bisnis Tingkat Asia PPM School of Management (PPM SoM) tahun ini merangkul PT Bank Central Asia, Tbk menggelar  The 10th PPM Regional Business Case Competition (RBCC). di BCA Learning Institute Sentul, Bogor, Indonesia. Satu Dekede PPMSchool of Management PPM RBCC diikuti oleh 64 tim yang berasal dari mahasiswa pascasarjana  se-Asia Pasifik. Dengan mengusung tema “Outsmart Disruption to Stay Relevant in Banking Industry”, peserta diajak menyelesaikan studi kasus yang dibuat secara nyata dari permasalahan yang sedang dihadapi PT Bank Central Asia, Tbk. Sonny/Tajuknews.com/tjk@11/2019/Foto : Kurniawan PPM.

Sehari sebelum sesi debat final, ke-12 tim finalis diajak berkunjung ke PT Bank Central Asia agar lebih mengenal PT. Bank Central Asia, Tbk.
Semangatnya adalah, RBCC dapat menjadi ajang untuk berinteraksi dan bersosialisasi dalam membangun kompetisi yang sehat. Selain itu, Business Case Competition ini juga menjadi wadah pembelajaran mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah didapat secara formal ke dalam permasalahan bisnis nyata agar dapat menggali potensi dan meningkatkan kreativitas.

PPM School of Management melalui RC-CCH telah banyak menghasilkan kasus bisnis yang bercita rasa lokal, namun tetap mengacu pada perubahan yang terjadi di dunia bisnis global. Kasus bisnis tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan ajar, baik dalam ranah pendidikan formal, maupun dalam beragam pelatihan manajemen yang tidak hanya dimanfaatkan oleh PPM SoM namun oleh entitas pendidikan manajemen lainnya, baik nasional maupun internasional.


PPM School of Management Gelar Kompetisi Kasus Bisnis Tingkat Asia PPM School of Management (PPM SoM) tahun ini merangkul PT Bank Central Asia, Tbk menggelar  The 10th PPM Regional Business Case Competition (RBCC). di BCA Learning Institute Sentul, Bogor, Indonesia. Satu Dekede PPMSchool of Management PPM RBCC diikuti oleh 64 tim yang berasal dari mahasiswa pascasarjana  se-Asia Pasifik. Dengan mengusung tema “Outsmart Disruption to Stay Relevant in Banking Industry”, peserta diajak menyelesaikan studi kasus yang dibuat secara nyata dari permasalahan yang sedang dihadapi PT Bank Central Asia, Tbk. Sonny/Tajuknews.com/tjk@11/2019/Foto : Kurniawan PPM.

Prof . Bramantyo Djohanputro, Ph.D, " Mengatakana, "Dari tujuan akademik nya adalah (RBCC) Regional Bisnis Case Competision untuk mahasiswa S-2 Mba Yg kompetisi yang melibatkan  terdiri dari beberapa kampus antar negara ada 4 negara, Indonesia, Malaysia, Taiwan dan Philipina, tujuan adalah untuk mengasah Mahasiswa PPM dalam berkemampuan melihat kondisi perusahaan yang terjadi dan mendapatkan solusi.

Kenapa menggunakan perusahaan di Indonesia karena kami mempunyai komitmen, setiap kasus yang kita pakai adalah originaly dari Indonesia dan harapan kami dari akademik cukup terlibat dalam mempromosikan Indonesia ke luar Asia Pasifik.

Yang kedua harapan nya dapat terlibat dengan kasus, di satu sisi mahasiswa dapat belajar mampu dapat saling melihat kualitas antar perguruan tinggi ,dan harapannya kami juga dapat inside kepada perusahaan nya yang di jadikan kasus dan berharap ada banyak solusi - solusi atau alternatif yang di tawarkan oleh toko-toko dan tambahan solusi yang dihadapi.

Dari kami merasa, BCA ini dalam menghadapi situasi sekarang nasabah kita inikan nasabah yang duit nya cukup banyak kemudian kami merasa mendekat diri kepada nasabah- Nasabah atau calon nasabah yang belum mempunyai uang tapi mereka seperti tadi ,"ujar Henry Koenaifi Direktur BCA


PPM School of Management Gelar Kompetisi Kasus Bisnis Tingkat Asia PPM School of Management (PPM SoM) tahun ini merangkul PT Bank Central Asia, Tbk menggelar  The 10th PPM Regional Business Case Competition (RBCC). di BCA Learning Institute Sentul, Bogor, Indonesia. Hadir Prof. Bramantyo Djohanputro , Ph.D Direktur Eksekutif PPM Managament dan Henry Koenaifi Direktur Bank BCA, Satu Dekede PPMSchool of Management PPM RBCC diikuti oleh 64 tim yang berasal dari mahasiswa pascasarjana  se-Asia Pasifik. Dengan mengusung tema “Outsmart Disruption to Stay Relevant in Banking Industry”, peserta diajak menyelesaikan studi kasus yang dibuat secara nyata dari permasalahan yang sedang dihadapi PT Bank Central Asia, Tbk. Sonny/Tajuknews.com/tjk@11/2019/Foto : Kurniawan PPM.

” Jadi kita hari ini harus bicara Individualisation, kalau zaman dulu individualisation hanya ke yang High Network ( yang tinggi-tinggi). Sekarang menengah kebawah pun kita harus bicara individualisation karena tehnologi yang ada sudah jauh afalabel dan jauh lebih murah” pungkas henry.
Menurut Prof Bramantyo ” Hasil dari kompetisi ini tidak murni di adoptasi, biasanya untuk menambah, melengkapi dan meyakinkan. BCA biasanya sudah punya jawaban dan dengan berbagai solusi yang ditawarkan paling tidak makin yakin karena didukung oleh berbagai konsep dan pandangan dari berbagai teori yang ada dan akan di gali lebih lanjut”
Tahun ini bergandengan dengan BCA sangat tepat karena BCA salah satu bank yang mempunyai tehnologi yang terdepan, dan kemauan dan keinginan BCA untuk selalu yang terdepan cukup besar sehingga menjadi patners yang tepat untuk membahas isu-isu tersebut”pungkas Bramantyo.

Sonny/Tajuknews.com/tjk@11/2019.
Komentar

Berita Terkini