TAJUKNEWS.COM/ Jakarta. – PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (kode saham: BAIK) kembali menunjukkan langkah agresif dalam memperluas jangkauan pasar. "Bertempat di sebuah restoran hotel berbintang di kawasan Jakarta, " Ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, mengadakan diskusi strategis dengan jajaran komisaris serta direktur operasional PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Diskusi formal namun santai ini menandai penjajakan kolaborasi penting yang berpotensi merevolusi ekosistem retail dan logistik di halte bus TransJakarta.
Dalam postingannya Nanang Suherman sepertinya menargetkan visi besar dalam pengoptimalan BAIK untuk memaksimalkan setiap peluang inovasi di ranah domestik.
"Kami berdialog bersama pimpinan TransJakarta untuk membahas optimalisasi fasilitas TransJakarta. Tujuan kami adalah menghadirkan solusi retail pangan serta coffee tenant yang efektif, sehingga halte bus tidak hanya menjadi fungsional sebagai tempat transit penumpang semata, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang bernilai tambah bagi masyarakat urban," ujar Nanang.
Langkah penjajakan ini dinilai sangat potensial mengingat TransJakarta saat ini mengoperasikan sedikitnya 252 hingga 269 halte BRT di 14 koridor utama, dengan volume pergerakan penumpang menembus 1,4 juta hingga 1,6 juta orang per hari. Dengan basis massa komuter yang sedemikian masif, integrasi ekosistem logistik pangan dan network retail dari brand-brand kelolaan BAIK (seperti Warung Taburai, Mami Nungky, hingga Lamak Rasa) diproyeksikan mampu menjangkau jutaan konsumen baru secara langsung setiap harinya.
Potensi pasar untuk ekspansi retail komersial ini pun kian menjanjikan seiring dengan lonjakan tren konsumsi kopi nasional. Indonesia saat ini tercatat menjadi negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia yang mencapai 461.991 gerai, di mana data pasar menunjukkan konsumsi kopi domestik naik tajam dengan sekitar 40% masyarakat terbiasa meminum minimal 2 gelas kopi per hari.
Guna memastikan ketahanan pasokan (supply chain) di seluruh jaringan halte utama tersebut, diskusi strategis ini dikabarkan turut menjajaki pelibatan ekosistem BUMD Jawa Barat dan Kota Bandung, khususnya yang mengelola fasilitas manufaktur pendukung seperti pabrik es batu. Langkah sinergis ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik sekaligus menjamin keunggulan bahan baku yang segar dan berkualitas secara real-time.
Menanggapi spekulasi pasar yang berkembang di lantai bursa terkait arah akhir dari kemitraan ini, manajemen memilih untuk tetap bergerak fleksibel namun patuh pada regulasi keterbukaan informasi. "Saat ini kami sedang membuka diri untuk berbagai peluang ekspansi, baik secara domestik maupun internasional. Kami akan terus memberikan update resmi kepada publik dan otoritas bursa jika ada perkembangan material yang lebih konkrit dari hasil penjajakan strategis ini," tutup Nanang.
@Sonny/Tajuknews.com/tjk/07/2026.
#TransJakarta #NanangSuherman #BAIK
